- Home
-
- Luar Negeri
-
- Xi Jinping dan Trump Sepak...
Xi Jinping dan Trump Sepakat: Perang Dagang Ditunda, Ekspor Logam Tanah Jarang Dilonggarkan
Kamis, 30 Okt 2025, 17:54 WIBISTABNBUL -Â China dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan penting untuk menangguhkan pembatasan ekspor logam tanah jarang selama satu tahun.Â
Langkah ini menjadi sinyal mencairnya ketegangan perang dagang antara kedua negara setelah pertemuan Presiden Xi Jinping dan Donald Trump di Korea Selatan.
Keputusan itu diumumkan Kementerian Perdagangan China setelah pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS)Â Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan, sekaligus memastikan pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Trump.
âChina akan menangguhkan penerapan langkah-langkah pengendalian ekspor yang diumumkan pada 9 Oktober selama satu tahun, serta akan mempelajari dan menyempurnakan rencana spesifiknya,â demikian pernyataan resmi dari kementerian tersebut.
Kementerian menambahkan bahwa China akan melakukan âpenyesuaian yang sesuaiâ terhadap langkah-langkah balasan atas tarif Amerika Serikat.
Kedua negara juga sepakat untuk terus memperpanjang beberapa kebijakan pengecualian tarif tertentu.
âAmerika Serikat akan menangguhkan selama satu tahun penerapan aturan baru yang diumumkan pada 29 September, yang memperluas pembatasan ekspor dalam daftar entitas terhadap perusahaan mana pun yang dimiliki setidaknya 50 persen oleh satu atau lebih entitas yang sudah masuk daftar,â lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa AS akan melonggarkan tarif terhadap barang-barang asal China dengan imbalan pembatasan aliran fentanyl, melanjutkan kembali pembelian kedelai asal AS, dan tetap membuka ekspor logam tanah jarang ke negaranya.
AS juga berencana menurunkan tarif terkait fentanyl dari 20 persen menjadi 10 persen, sehingga total beban tarif turun dari 57 persen menjadi 47 persen.
Pada 9 Oktober lalu, China memperluas pembatasan ekspor logam langka dengan menetapkan batasan terhadap teknologi pemrosesan dan manufaktur, serta melarang kerja sama dengan perusahaan asing tanpa izin pemerintah terlebih dahulu.
Trump menanggapi kebijakan itu dengan ancaman akan memberlakukan tarif hingga 100 persen terhadap barang-barang asal China dan membatasi ekspor perangkat lunak penting ke negara tersebut.
Ia sempat menyatakan bahwa tarif baru akan diberlakukan mulai 1 November âdi luar tarif yang saat ini sudah berjalan,â namun kemudian melunak, yang membuka jalan bagi pertemuan dengan Xi dan meredakan ketegangan antara kedua negara.
- donald trump
- xi jinping
- perang dagang
- ekspor tanah jarang
- logam tanah jarang
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Jangan "Panic Buying", Stok BBM di Bengkulu Dipastikan Wagub Mian Aman dan Cukup Terkendali
-
Pelatih: Dua Medali dari Cabang Padel Indonesia di Luar Ekspektasi
-
Rantai Nilai EV-Biofuel Digenjot, Hilirisasi Rendah Karbon Dipacu
-
Gedung Putih Pecah Suara, JD Vance Mengaku Beda Pandangan dengan Trump Soal Iran
-
Atasi Antrean Ketapang-Gilimanuk, Otoritas Pelabuhan dan Sopir Truk Sepakati Pengalihan Truk di Atas 30 Ton ke Dermaga LCM
-
Anggota DPRD Kabupaten Malang Diduga Terlibat Narkoba Diproses DPD-DPP
-
Vaksin Indonesia Tembus Afrika! Ekspor Perdana 8,4 Juta Dosis ke 4 Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.