Trump: AS Akan Berupaya Keras Damaikan Korea Utara dan Selatan

Kamis, 30 Okt 2025, 01:00 WIB

Washington/Istanbul – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (29/10), bahwa pemerintahannya akan bekerja "sangat keras" untuk mencapai kesepakatan damai antara Korea Utara dan Korea Selatan, menyuarakan keyakinannya bahwa sebuah pakta dapat dicapai seiring waktu.

Seperti dikutip dari Antara, beberapa pemerintahan AS berturut-turut berupaya menekan program rudal dan nuklir ilegal Korea Utara serta memperbaiki hubungan di Semenanjung Korea. Meski kemajuan masih terbatas, namun Trump optimistis dapat mencapai perjanjian damai di wilayah yang terpecah itu.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump — Sumber: istimewa

Menanggapi Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Trump menyadari bahwa kedua Korea secara resmi masih berperang setelah gencatan senjata menghentikan permusuhan pada 1953, tetapi mengatakan: "Kita lihat apa yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikannya."

"Kami akan bekerja sangat keras dengan Kim Jong-un dan dengan semua orang untuk menyelesaikan masalah ini, karena itu masuk akal," kata Trump dalam sambutan singkat di hadapan para wartawan saat ia duduk bersama Lee.

"Wajar jika itu berhasil, dan saya yakin itu akan terjadi, mungkin butuh sedikit waktu, kita harus sedikit bersabar, tetapi saya benar-benar yakin itu akan terjadi," tambahnya.

Trump bertemu dengan Kim tiga kali selama masa jabatan pertamanya, termasuk pertemuan pada 2019 dengan pemimpin Korea Utara di zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pertemuan itu menandai pertama kalinya seorang presiden AS menginjakkan kaki di Korea Utara.

Presiden AS mengatakan timnya berusaha untuk mengatur pertemuan lain selama tur lima harinya di Asia, tetapi mereka "tidak dapat menemukan waktu yang tepat."

Sementara itu, Lee mengatakan Trump telah "berhasil membawa perdamaian ke banyak bagian dunia."

"Saya berharap keterampilan mendamaikan Anda dapat diterapkan di Semenanjung Korea, sehingga kita juga dapat mewujudkan perdamaian di wilayah ini" ujar Lee, seraya mengungkapkan penyesalannya atas tidak terlaksananya pertemuan antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Lee menyebutkan bahwa Korea Selatan telah memutuskan untuk meningkatkan anggaran pertahanan nasional dan menegaskan kembali seruannya untuk kapal selam bertenaga nuklir yang dipersenjatai "konvensional".

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.