Sinner Berpeluang Gusur Alcaraz

Kamis, 30 Okt 2025, 06:10 WIB

PARIS – Langkah petenis Spanyol Carlos Alcaraz di Paris Masters kembali terhenti lebih cepat. Petenis nomor satu dunia itu tersingkir di laga pembuka. Dia dikalahkan Cameron Norrie 4-6, 6-3, 6-4, Selasa (29/10). Kekalahan ini bukan hanya memperpanjang catatan buruknya di Paris, tetapi juga membuka peluang bagi Jannik Sinner untuk merebut peringkat satu dunia.

Alcaraz, yang sudah lima kali gagal menjuarai turnamen Masters 1000 di ibu kota Prancis itu, tampil jauh di bawah performa terbaiknya. “Saya benar-benar tidak punya perasaan terhadap bola. Bahkan di set pertama yang saya menangkan, rasanya semua tidak terkoneksi. Saya kecewa dengan level permainan. Banyak kesalahan sendiri. Semuanya terasa tidak nyambung,” ujar petenis Spanyol berusia 22 tahun itu.

Ket. Foto: Carlos Alcaraz — Sumber: AFP/Dimitar DILKOFF

Alcaraz datang ke Paris dengan keyakinan tinggi setelah pulih dari cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen di Shanghai Masters. Dia mengaku sudah berlatih keras di lapangan indoor Paris dan merasa bugar sebelum pertandingan. Namun, begitu pertandingan dimulai, kepercayaan diri menguap. “Saya merasa baik selama latihan, tetapi di pertandingan semuanya berubah. Saya tak bisa menemukan ritme,” ujarnya.

Sebaliknya, Norrie tampil penuh determinasi. Petenis Inggris peringkat ke-31 dunia itu memanfaatkan setiap kesalahan lawannya dan menekan Alcaraz dengan variasi pukulan tajam. “Saya harus memberi kredit kepada Cam. Dia bermain hebat dan tidak memberi saya kesempatan untuk bangkit,” ujar Alcaraz mengakui keunggulan lawan.

Bagi Norrie, kemenangan ini menjadi salah satu yang paling berkesan dalam karirnya. “Ini kemenangan spesial melawan pemain paling percaya diri di dunia saat ini. Saya berjanji pada diri sendiri untuk tidak takut menang. Dan saya menepati itu,” ujarnya. Laga berjalan ketat hingga set penentuan, saat Alcaraz kehilangan servis di kedudukan 3-3. Norrie memanfaatkan momentum untuk menutup pertandingan dengan tenang, memastikan tiket ke babak ketiga.

Dia akan bertemu pemenang laga “keluarga Monaco” antara Valentin Vacherot dan Arthur Rinderknech, keduanya sepupu yang bertemu lagi setelah final Shanghai Masters. Kegagalan ini membuat posisi Alcaraz di puncak ranking ATP terancam. Jika Sinner, petenis Italia peringkat dua dunia, menjuarai Paris Masters, akan merebut posisi nomor satu.

Meski demikian, Sinner sendiri merendah saat ditanya peluangnya menyalip Alcaraz. “Secara matematis mungkin, tapi saya tidak memikirkannya sekarang. Itu akan menjadi target tahun depan. Tahun ini bukan di tangan saya,” ujar Sinner di konferensi pers jelang laga perdananya melawan Zizou Bergs.

Sinner hanya tertinggal kurang dari 1.000 poin, tetapi beban besar menantinya di ATP Finals Turin. Dia harus mempertahankan 1.500 poin dari gelar tahun lalu. Alcaraz, sebaliknya, hanya sedikit poin yang bisa hilang setelah tersingkir di fase grup pada edisi 2024.

Sinner datang ke Paris dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih setelah jadwal padat dan sempat mengalami kram di Shanghai serta cedera paha di Wina. “Tubuh saya sedikit lelah, tapi tidak ada masalah serius. Saya merasa lebih baik setiap hari,” ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.