Petani Badui Kembangkan Kirai, Kearifan Lokal yang Menjadi Sumber Rezeki
📅 Kamis, 30 Okt 2025, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis"Semua warga Badui itu bangunan rumahnya menggunakan atap kirai/rumbia," katanya.
Sementara itu, Arul (30) seorang warga Cibadak Kabupaten Lebak mengatakan selama ini permintaan pesanan atap kirai cukup meningkat untuk memenuhi permintaan warga Badui karena bangunan rumah mereka menggunakan atap rumbia.
"Kami pekan ini memenuhi permintaan warga Badui sebanyak 5.000 dengan harga Rp4.000 per lembar sehingga menghasilkan pendapatan Rp20 juta," katanya.
Pengembangan pohon sagu sangat penting karena menawarkan solusi multi-dimensi untuk tantangan pangan, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!