Nicolas Mahut, ‘The Marathon Man’ dari Prancis, Akhiri Perjalanan Panjang di Dunia Tenis
Kamis, 30 Okt 2025, 06:40 WIBPARIS - Petenis veteran Prancis, Nicolas Mahut, resmi mengucapkan selamat tinggal kepada dunia tenis profesional setelah tersingkir di ajang Paris Masters. Dalam laga perpisahannya, Mahut yang kini berusia 43 tahun bermain bersama Grigor Dimitrov, namun kalah 4-6, 7-5, 4-10 dari pasangan Hugo Nys dan Edouard Roger-Vasselin, Rabu (29/10).
Bagi penggemar tenis, Mahut bukan sekadar juara ganda dengan segudang prestasi, melainkan simbol ketangguhan dan daya juang luar biasa. Selama karir yang membentang 25 tahun, ia berhasil meraih lima gelar Grand Slam ganda, namun namanya abadi dalam sejarah karena menjadi bagian dari pertandingan terpanjang sepanjang masa di Wimbledon 2010,duel epik melawan John Isner yang berlangsung selama 11 jam 5 menit dan terbagi dalam tiga hari pertandingan.
Set penentuan saat itu sendiri memakan waktu 8 jam 11 menit, cukup lama untuk memecahkan rekor pertandingan terpanjang yang pernah ada sebelumnya.
Mahut tampak haru usai pertandingan terakhirnya di hadapan publik Paris. Ia menitikkan air mata saat mengucapkan terima kasih kepada para penonton dan mengenang perjalanan panjangnya di dunia tenis.
âBisa memenangkan gelar Grand Slam adalah salah satu kenangan terbaik dalam hidup saya,â ujarnya penuh emosi. âItulah yang akan selalu saya ingat. Lebih dari sekadar trofi dan gelar, yang berharga adalah seluruh perjalanan yang saya lalui untuk mencapai semua itu.â
âSemua keraguan, pertanyaan, dan kesalahan yang pernah saya buat,semuanya justru memperkaya karier saya. Dan saya merasa karir saya benar-benar kaya akan pengalaman itu,â tambahnya.
Saat ditanya tentang pertandingan legendaris melawan Isner yang menempatkannya dalam sejarah olahraga dunia, Mahut tersenyum. âSekarang saya bisa menikmati momen itu,â katanya. âItu pengalaman gila yang memberi saya banyak hal,bukan hanya sebagai petenis, tetapi juga sebagai manusia.â
Laga maraton tersebut tidak hanya menguji fisik dan mental, tetapi juga mengubah cara pandang dunia terhadap daya tahan seorang atlet tenis. Sejak saat itu, Mahut dijuluki âThe Marathon Manâ, simbol dari keteguhan hati dan semangat juang yang tak pernah padam.
Kini, setelah dua setengah dekade penuh dedikasi, Mahut menutup raketnya dengan kepala tegak,meninggalkan warisan tak ternilai bagi tenis Prancis dan dunia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Singkirkan Fernandez, Janice Tjen Melaju ke 16 Besar Dubai Open 2026
-
Sambut 2026, Puan Maharani Serukan Penguatan Solidaritas dan Kepedulian Sosial
-
Privasi Pemain Jadi Sorotan, Australia Open Lakukan Evaluasi Kebijakan Kamera
-
SPT Tembus 1 Juta, Kepatuhan Pajak Mulai Bergerak
-
Galeri Ruhiyat Produksi Wayang Golek hingga Tembus Pasar Mancanegara
-
Djokovic Kembali Bertanding, Sinner dan Keys Hadapi Ujian di Hari Kelima Australia Open
-
Macron di Forum Davos Desak Uni Eropa Gunakan Bazoka Perdagangan Hadapi Tarif Baru AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.