- Home
-
- Luar Negeri
-
- Mesir Resmi Buka Grand Egy...
Mesir Resmi Buka Grand Egyptian Museum di Dekat Piramida, Diharapkan Jadi Magnet Wisata Dunia
Kamis, 30 Okt 2025, 19:30 WIBJAKARTA â Pemerintah Mesir akhirnya meresmikan pembukaan Grand Egyptian Museum (GEM) yang berlokasi tak jauh dari kompleks Piramida Giza. Museum super megah ini diharapkan menjadi ikon baru pariwisata Mesir sekaligus penanda kebangkitan ekonomi sektor wisata setelah masa sulit akibat pandemi dan konflik regional.
Proyek ambisius ini menelan biaya lebih dari 1 miliar dolar AS dan telah dikerjakan selama dua dekade. GEM kini dinobatkan sebagai museum arkeologi terbesar di dunia yang didedikasikan untuk satu peradaban tunggal, yakni Mesir kuno.
âIni adalah hadiah Mesir untuk dunia,â ujar Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir Ahmed Issa saat upacara pembukaan. âKami tidak hanya memamerkan artefak, tapi juga semangat dan warisan panjang bangsa kami yang luar biasa.â
Museum ini berdiri megah di antara gurun dan piramida, menghadirkan pemandangan yang spektakuler bagi para pengunjung. Arsitekturnya memadukan desain modern dengan elemen tradisional Mesir kuno, menciptakan harmoni antara masa lalu dan masa kini.
GEM menampung lebih dari 100.000 artefak bersejarah, termasuk koleksi penuh harta karun Firaun Tutankhamun yang untuk pertama kalinya ditampilkan secara lengkap di satu tempat. Koleksi ini menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan dan peneliti dari seluruh dunia.
âSetiap sudut museum ini dirancang agar pengunjung bisa merasakan pengalaman langsung tentang kejayaan Mesir kuno,â kata Issa. âKami ingin mereka merasa seperti melangkah ke masa lalu, ke dunia para Firaun.â
Proyek museum ini sempat mengalami berbagai penundaan akibat ketidakstabilan politik dan pandemi COVID-19. Namun, pemerintah Mesir terus mendorong penyelesaiannya karena dianggap vital untuk memulihkan industri pariwisata yang menjadi salah satu sumber utama devisa negara.
Sektor pariwisata Mesir sempat terpukul keras dalam beberapa tahun terakhir. Data resmi menunjukkan jumlah wisatawan menurun drastis sejak 2020, namun pemerintah optimistis pembukaan GEM akan memicu kebangkitan besar.
Menurut para analis, museum ini dapat menarik jutaan pengunjung baru setiap tahunnya dan meningkatkan citra Mesir sebagai pusat peradaban dunia. Letaknya yang strategis di dekat Piramida Giza membuatnya mudah diakses oleh wisatawan domestik maupun internasional.
âGrand Egyptian Museum akan menjadi simbol global kebangkitan pariwisata Mesir,â ujar seorang ekonom pariwisata. âIni bukan sekadar tempat wisata, tapi proyek nasional yang menghidupkan kembali kebanggaan rakyat Mesir.â
Bangunan seluas lebih dari 480.000 meter persegi ini juga dilengkapi dengan teater, ruang pameran interaktif, fasilitas penelitian, dan area rekreasi keluarga. Pemerintah berharap museum ini menjadi destinasi yang ramah bagi wisatawan dari berbagai kalangan.
Selain itu, Mesir juga tengah bekerja sama dengan UNESCO dan sejumlah lembaga internasional untuk memastikan pelestarian artefak berharga yang dipamerkan. Beberapa artefak bahkan baru pertama kali ditampilkan ke publik setelah melalui proses restorasi panjang.
Pemerintah Mesir juga telah memperbaiki infrastruktur transportasi di sekitar Giza, termasuk pembangunan jalan baru, halte bus wisata, serta jalur trem ramah lingkungan yang menghubungkan piramida dengan museum. Langkah ini diambil untuk mendukung target peningkatan kunjungan hingga 20 juta wisatawan per tahun.
âPembukaan GEM adalah bukti nyata dari visi jangka panjang kami,â kata Ahmed Issa. âKami ingin Mesir dikenal bukan hanya karena masa lalunya, tetapi juga karena kemampuannya membawa warisan itu ke masa depan.â
Para wisatawan yang hadir dalam hari pembukaan mengaku terkesan dengan skala dan kemegahan museum. Banyak yang menyebut GEM sebagai salah satu proyek budaya paling ambisius di abad ini.
âRasanya luar biasa melihat koleksi Tutankhamun dari dekat,â ujar seorang pengunjung asal Italia. âMuseum ini membuat sejarah terasa hidup kembali.â
Dengan pembukaan Grand Egyptian Museum, Mesir tampaknya siap mengembalikan statusnya sebagai destinasi wisata paling ikonik di dunia. Paduan antara warisan peradaban kuno dan teknologi modern membuat museum ini bukan sekadar tempat menyimpan artefak, tetapi jendela baru menuju kejayaan masa lalu umat manusia.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Penanganan longsor di Kramat Jati Jakarta
-
Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz Setelah Gencatan Senjata Diperpanjang
-
KPK Periksa 63 Pejabat dan ASN Kabupaten Pekalongan terkait Kasus Korupsi Bupati Nonaktif Fadia Arafiq
-
Dibayangi Aksi “Risk Off”, 27 April 2026
-
Hasil Piala Dunia: Mesir Petik Kemenangan Perdana, Tundukkan Selandia Baru 3-1
-
KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur
-
Pusat pelayanan fungsional kursi roda adaptif di Yogyakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.