India Pulangkan 500 Orang dari Thailand Pasca Penggerebekan Pusat Penipuan Online

Kamis, 30 Okt 2025, 10:03 WIB

BANGKOK - India akan memulangkan 500 warganya dari Thailand setelah tindakan keras terhadap pusat penipuan di Myanmar menyebabkan para pekerja melarikan diri melintasi perbatasan, kata Perdana Menteri Thailand pada Rabu (29/10).

Kompleks-kompleks tempat para penipu internet menyasar orang-orang dengan modus asmara dan penipuan bisnis telah berkembang pesat di sepanjang perbatasan Myanmar yang pemerintahannya longgar selama perang saudara, yang dipicu oleh kudeta tahun 2021.

Ket. Foto: Orang-orang dari berbagai negara, yang bekerja di kompleks KK Park di Myanmar menyeberang ke Thailand melalui sungai Moei, pada 24 Oktober 2025 — Sumber: AFP

Sejak pekan lalu, salah satu pusat paling terkenal, KK Park, digerebek, yang mengakibatkan ratusan orang melarikan diri menyeberangi sungai perbatasan ke kota Mae Sot di Thailand.

Kerusuhan ini menyusul investigasi AFP yang bulan ini mengungkap pembangunan pesat di pusat-pusat penipuan perbatasan, meskipun ada tindakan keras yang dipublikasikan secara luas pada bulan Februari.

Lebih dari 1.500 orang dari 28 negara telah menyeberang ke Thailand antara awal penindakan di KK Park hingga Selasa malam, menurut pemerintah provinsi perbatasan Tak.

"Hampir 500 warga India berada di Mae Sot," kata Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul kepada para wartawan. "Pemerintah India akan mengirimkan pesawat untuk menjemput mereka kembali secara langsung."

Banyak orang yang bekerja di pabrik-pabrik penipuan tersebut mengatakan bahwa mereka diperdagangkan ke pusat-pusat tersebut, meskipun para analis mengatakan para pekerja juga pergi dengan sukarela untuk mendapatkan tawaran gaji yang menarik.

Anutin tidak mengatakan apakah warga India tersebut diperlakukan sebagai penjahat atau korban, dan kedutaan besar India tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Para ahli mengatakan militer Myanmar telah lama menutup mata terhadap pusat-pusat penipuan yang menguntungkan sekutu milisinya yang merupakan kolaborator penting dalam perjuangan mereka melawan pemberontak.

Namun, junta juga menghadapi tekanan untuk menutup operasi penipuan dari pendukung militernya, Tiongkok, yang kesal karena warga negaranya terlibat dan menjadi sasaran penipuan tersebut.

Penindakan keras pada bulan Februari mengakibatkan sekitar 7.000 pekerja dipulangkan dan Thailand memberlakukan blokade internet lintas batas dalam upaya untuk memberantas pabrik-pabrik penipuan tersebut.

  • Sindikat Penipuan Online

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.