- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pesawat Supersonik X-59 NA...
Pesawat Supersonik X-59 NASA Terbang Perdana di Langit California, Era Baru Penerbangan Cepat Dimulai
Rabu, 29 Okt 2025, 19:15 WIBJAKARTA â Dunia penerbangan memasuki babak baru setelah pesawat eksperimental X-59 buatan NASA berhasil melakukan penerbangan uji coba pertamanya di California. Jet supersonik yang dijuluki âpesawat senyapâ ini dirancang untuk melaju lebih cepat dari suara tanpa menimbulkan ledakan sonik keras yang biasanya terdengar di daratan.
Menurut laporan, uji terbang ini belum diumumkan secara resmi oleh NASA, tetapi foto dan video pesawat tersebut sudah beredar luas di media sosial dan forum penerbangan. Banyak pengamat meyakini uji itu menjadi langkah awal menuju revolusi transportasi udara masa depan.
Pesawat X-59 merupakan bagian dari program Quesst Mission yang dikembangkan NASA bersama Lockheed Martin. Tujuannya adalah menciptakan pesawat supersonik yang dapat terbang dengan kebisingan minimal, sehingga bisa digunakan untuk penerbangan komersial di atas wilayah berpenduduk.
âPenerbangan perdana X-59 adalah tonggak penting dalam upaya kami menghadirkan kembali penerbangan supersonik bagi masyarakat,â kata David Richardson, pimpinan proyek dari Lockheed Martin. âKami ingin membuktikan bahwa kecepatan tinggi tidak harus menimbulkan gangguan.â
Selama puluhan tahun, penerbangan supersonik dibatasi karena ledakan sonik yang dihasilkan ketika pesawat melampaui kecepatan suara. Ledakan itu menyebabkan getaran keras yang bisa merusak bangunan dan mengganggu warga, seperti yang terjadi pada era jet legendaris Concorde.
Namun, X-59 dirancang khusus untuk mengurangi dampak tersebut dengan bentuk hidung yang sangat panjang dan ramping. Desain aerodinamis itu memungkinkan gelombang kejut menyebar secara halus, sehingga hanya menghasilkan suara mirip âketukan lembutâ di permukaan tanah.
NASA menyebut pesawat ini mampu mencapai kecepatan sekitar Mach 1,4 atau sekitar 1.480 km per jam. Jika pengujian selanjutnya berjalan sukses, teknologi ini bisa membuka kembali peluang penerbangan komersial super cepat antara benua dalam waktu yang jauh lebih singkat.
âBayangkan Anda bisa terbang dari Los Angeles ke Tokyo dalam waktu kurang dari enam jam, tanpa gangguan suara keras,â ujar Richardson. âItulah masa depan yang sedang kami wujudkan.â
Dalam pengujian di California, X-59 terlihat lepas landas dengan mulus dari Armstrong Flight Research Center milik NASA di Edwards Air Force Base. Penerbangan tersebut dilakukan pada ketinggian rendah sebelum kembali mendarat dengan aman setelah sekitar 30 menit di udara.
NASA belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil uji coba tersebut, tetapi beberapa sumber internal mengonfirmasi bahwa pesawat berhasil menjalankan semua prosedur awal dengan baik. Pengujian lanjutan dijadwalkan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang untuk memverifikasi performa mesin dan kestabilan aerodinamika.
Selain menjadi tonggak teknologi, proyek X-59 juga diharapkan membuka kembali diskusi global tentang masa depan penerbangan supersonik. Banyak negara kini tertarik untuk meneliti teknologi serupa guna mendukung transportasi udara yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan.
Para ahli menyebut keberhasilan uji terbang X-59 ini dapat mengubah pandangan dunia terhadap batasan kecepatan dalam penerbangan sipil. Teknologi low-boom yang diusungnya dianggap sebagai solusi bagi hambatan hukum yang selama ini melarang pesawat supersonik terbang di atas daratan Amerika Serikat.
âIni bukan sekadar proyek penelitian, tapi langkah konkret menuju era baru penerbangan global,â ujar seorang analis kedirgantaraan kepada Reuters. âJika semua berjalan lancar, kita bisa melihat versi komersialnya dalam waktu satu dekade ke depan.â
Keberhasilan ini juga mempertegas komitmen NASA dalam memperluas batas eksplorasi teknologi penerbangan. Selain X-59, lembaga antariksa tersebut tengah mengembangkan sejumlah program pesawat ramah lingkungan yang diharapkan dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.
X-59 menjadi simbol dari upaya manusia menembus batas kecepatan dengan cara yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Proyek ini juga menegaskan bahwa masa depan penerbangan bukan hanya tentang seberapa cepat kita bisa pergi, tetapi juga seberapa senyap dan efisien kita bisa melakukannya.
Dengan keberhasilan uji terbang awal ini, dunia kini menantikan kabar resmi dari NASA tentang tahap selanjutnya. Jika semua sesuai rencana, pesawat supersonik senyap ini bisa menjadi awal dari kebangkitan era penerbangan cepat yang ramah bagi bumi dan pendengaran manusia.
- NASA
- Penerbangan
- Jet Supersonik
- X-59
- Pesawat Supersonik
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Waspada! Peredaran Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu di Bogor, Polisi Bongkar Kasusnya!
-
Anggota DPR: Penerapan PJJ Perlu Dilakukan Selektif, Infrastruktur Digital di Daerah Masih Banyak Ketimpangan
-
Produksi Minyak Negara-negara Teluk Anjlok 7 Juta Barel
-
Kerja Sama RI–Korea: Internet Lebih Stabil, Data Kian Aman, Talenta AI Diperkuat
-
Awak Artemis II dalam Perjalanan Pulang
-
Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp119.400/Kg, Daging Ayam Rp52.150/Kg
-
Kibarkan Merah Putih di Lebanon, Jejak Patriotik Laksdya TNI Hersan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.