Imbauan Kemensos untuk Masyarakat agar Waspada Cuaca Ekstrem
Selasa, 28 Okt 2025, 23:25 WIBJakarta - Kementerian Sosial mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau berkendara di tengah hujan lebat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa hujan deras disertai angin kencang dan petir berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan maupun bencana alam, sehingga masyarakat diimbau berhenti sementara dan mencari tempat aman jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
âKita himbau masyarakat, terutama yang sedang di jalan saat hujan deras, untuk berhenti sejenak di tempat aman. Kita tidak tahu apa yang bisa terjadi, apalagi kalau disertai angin kencang,â ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya mengikuti informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau otoritas terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem secara tepat waktu.
Selain imbauan keselamatan, Kementerian Sosial juga menyiapkan bantuan sosial darurat bagi warga terdampak bencana alam maupun bukan alam. Bantuan tersebut mencakup dukungan logistik, kebutuhan dasar, hingga layanan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan.
âTentu bantuan sosial disiapkan, baik untuk bencana alam maupun bukan alam, juga berupa tim dan bantuan logistik. Kami menyalurkan banyak bantuan dalam rangka perlindungan sosial dan rehabilitasi sosial ketika terjadi bencana,â katanya.
Untuk itu, Saifullah juga menyerukan ajakan bagi masyarakat agar memperkuat solidaritas sosial dalam menghadapi potensi bencana di musim hujan dengan saling membantu, tetap tenang, dan memperhatikan keselamatan diri serta keluarga.
Hal tersebut sebagaimana imbauan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang melaporkan kewaspadaan potensi bencana selama masa peralihan musim dari musim kemarau ke penghujan.
BNPB meminta imbauan itu mendapat perhatian dari masyarakat menyusul dalam beberapa hari terakhir bencana hidrometeorologi basah seperti banjir tanah longsor, cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang mendominasi di sejumlah daerah, termasuk Provinsi Jawa Barat.
BNPB mengkonfirmasi Sukabumi, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang dilanda banjir dan tanah longsor, Senin (27/10), tercatat sedikitnya jumlah korban terdampak ada 612 kepala keluarga atau 1.835 jiwa hingga kerusakan pada infrastruktur dan fasilitas publik.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Angkasa Pura Indonesia dan AirNav Pastikan Operasional Bandara Soetta Tetap Terkendali Saat Cuaca Buruk
-
Hari Pertama Pelaksanaan TKA Jenjang SMP
-
Pemerintah Perkuat UMKM Pertanian Lewat Inovasi, Akses Pasar, dan KUR
-
Masuki Pancaroba, BMKG Minta Warga Bandung Raya Waspadai Cuaca Ekstrem
-
Cuaca Ekstrem hingga 24 Mei, BPBD DKI Minta Warga Waspada Banjir
-
Wah, di Papua pun Sudah Banyak Mafia Tanah Berkeliaran
-
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten pada 3-8 Mei, BMKG Minta Warga Waspada
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.