Wagub Rano Gencarkan Kampung Siaga TBC, Targetkan Jakarta Bebas TBC Tahun 2030

Kamis, 23 Okt 2025, 15:15 WIB

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat langkah pengendalian Tuberkulosis (TBC) melalui program Kampung Siaga TBC. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, didampingi Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, meninjau langsung kegiatan pencegahan dan pendampingan pasien TBC di RW 5, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (23/10).

Kampung Siaga TBC menjadi wilayah percontohan untuk pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pengobatan, serta edukasi publik mengenai bahaya TBC. Dalam kunjungannya, Rano Karno berdialog dengan kader TBC, relawan PKK, perangkat wilayah, hingga keluarga pasien yang aktif dalam skrining dan edukasi rumah tangga sehat.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“TBC bisa disembuhkan, dan banyak teman-teman penyintas yang dahulu menghadapi stigma, dijauhi, bahkan kehilangan pekerjaan,” ujar Rano.

Ia menegaskan pentingnya dukungan masyarakat dalam proses penyembuhan pasien. “Kalau kita saling dukung, mereka bisa lebih cepat sembuh,” tambahnya.

Menurutnya, partisipasi warga adalah kunci utama dalam menghapus stigma sekaligus mempercepat eliminasi penyakit menular ini. “Di Kampung RW Siaga TBC, warga sudah terlibat aktif, peduli, dan saling bantu untuk mendukung keberhasilan pengobatan pasien TBC. Ini adalah praktik baik yang perlu ditularkan di seluruh Jakarta,” tegasnya.

Pada 2024, Pemprov DKI Jakarta telah membentuk 274 Kampung Siaga TBC di 267 kelurahan. Tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 563 kampung, naik sebanyak 289 kampung. Pemerintah menargetkan terbentuknya 1.060 kampung pada 2026 dan 2.741 kampung pada 2029, dengan tujuan akhir Jakarta bebas TBC tahun 2030.

Selain meninjau Kampung Siaga TBC, Wagub Rano juga meresmikan layanan TBC Resisten Obat (TBC RO) terpadu di RSUD Pasar Rebo. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk memastikan semua warga mendapat layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan gratis.

“Saya datang hari ini untuk memastikan layanan TBC di Jakarta benar-benar lengkap dan mudah diakses,” ujar Rano.

Ia menjelaskan bahwa layanan TBC satu pintu di RSUD Pasar Rebo mencakup pemeriksaan, pengobatan rawat jalan maupun rawat inap, serta pendampingan pasien hingga sembuh. Semua proses tersebut tidak dipungut biaya demi memperluas jangkauan layanan.

Penanganan TBC, kata Rano, merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. DKI Jakarta termasuk delapan provinsi prioritas yang diminta untuk melakukan percepatan pemberantasan penyakit tersebut.

“Pemerintah daerah harus bergerak cepat memberantas TBC dan memastikan masyarakat paham bahwa penyakit ini bisa disembuhkan jika pengobatan dijalani enam bulan tanpa putus,” jelasnya.

Rano menambahkan bahwa aspek nutrisi juga berperan besar dalam mempercepat pemulihan pasien. “Pengobatan TBC tidak hanya soal obat, tapi juga nutrisi yang mendukung pemulihan. Pemprov DKI berkomitmen menyediakan layanan terpadu, mudah diakses, dan gratis bagi semua warga,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan gejala dan mendukung pasien agar tidak ada kasus yang luput dari penanganan. “TBC masih dianggap tabu seakan penyakit mematikan, padahal bisa disembuhkan. Mari kita ubah cara pandang itu,” ujar Rano.

“Pemprov DKI terus memperkuat gerakan Kampung Siaga TBC sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menemukan dan mendampingi pasien hingga sembuh,” lanjutnya.

Rano kemudian menyerukan semangat kolektif untuk mewujudkan Jakarta bebas TBC. “Jakarta kuat kalau warganya sehat. Satu suara, satu aksi, Jakarta lawan TBC! Bersama kita bisa wujudkan Jakarta Bebas TBC 2030,” serunya penuh semangat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, penemuan kasus TBC terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Pada 2022 tercatat 45.861 kasus, naik 102 persen dibanding tahun sebelumnya, dan pada 2023 mencapai 60.420 kasus atau meningkat 112 persen.

Meski pada 2024 terjadi penurunan menjadi 66.072 kasus atau 94 persen, hingga 20 Oktober 2025 tercatat 45.568 kasus baru atau 65 persen dari target deteksi tahun berjalan. Angka tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas penemuan kasus secara aktif.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan, Pemprov terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat eliminasi TBC.

“Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat program Pencarian Kasus Aktif (Active Case Finding), skrining berbasis masyarakat, serta pemanfaatan Aplikasi JakScan untuk mempercepat deteksi dini,” terang Ani.

Dengan strategi komprehensif dan partisipasi warga, Pemprov DKI optimistis dapat mencapai target Jakarta bebas TBC pada 2030, dimulai dari kampung-kampung siaga yang kini terus bertumbuh di seluruh wilayah ibu kota.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.