KAI Perkuat Budaya Kerja Lewat Ngalcer, Dorong Kinerja dan Inovasi Layanan
Rabu, 22 Okt 2025, 19:53 WIBYOGYAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar kegiatan perdana Ngalcer (Ngobrol tentang Culture) di Balai Yasa Yogyakarta, Rabu (22/10). Acara yang diikuti sekitar 200 pekerja ini menjadi forum refleksi budaya dan penguatan kolaborasi di wilayah Daop 6 dan Balai Yasa Yogyakarta, dua elemen penting yang menopang layanan penumpang, logistik, dan pemeliharaan sarana perkeretaapian nasional.
Dalam sambutan daringnya, Direktur SDM dan Kelembagaan KAI Atih Nurhayati menegaskan bahwa budaya perusahaan menjadi fondasi utama dalam membangun semangat kerja, loyalitas, dan kinerja Insan KAI Group di seluruh wilayah operasi.
âBudaya kerja yang kuat membentuk karakter, disiplin, dan ketulusan dalam melayani. Dari budaya yang sehat lahir kinerja yang berkelanjutan dan pelayanan yang semakin berkualitas,â ujar Atih.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan peringatan HUT ke-80 KAI yang mengusung tema âSemakin Melayaniâ. Menurut Atih, tema ini mencerminkan tekad perusahaan untuk terus memperkuat budaya pelayanan, mempercepat inovasi, dan menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.
âSetiap Insan KAI berperan penting dalam menjaga semangat âSemakin Melayaniâ. Budaya kerja yang solid akan memperkuat kinerja, mempererat kolaborasi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI,â tutup Atih.
Kegiatan Ngalcer dikemas dalam suasana santai melalui talkshow interaktif. Peserta berdiskusi tentang penerapan budaya perusahaan, nilai kerja sehari-hari, dan etika komunikasi di ruang kerja maupun digital. Melalui forum ini, pekerja diajak terbuka dalam menyampaikan ide, memperkuat kolaborasi, dan membangun komunikasi positif.
Yogyakarta Jadi Salah Satu Simpul Layanan dan Pertumbuhan Penumpang dan Barang
Pada kesempatan yang sama, Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa Yogyakarta merupakan salah satu simpul utama dalam ekosistem layanan KAI di Pulau Jawa. Januari hingga September 2025, total pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) yang naik dan turun di wilayah Daop 6 Yogyakarta mencapai 9,8 juta orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,9 juta pelanggan berangkat dari wilayah Daop 6, sementara 4,9 juta lainnya turun di berbagai stasiun Yogyakarta dan sekitarnya. Menurut Anne, capaian ini menunjukkan bahwa Yogyakarta menjadi poros penting konektivitas antarkota sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi berbasis transportasi publik.
âSelain sebagai kota tujuan wisata, pertumbuhan ini juga didorong oleh peningkatan pergerakan wisatawan, mobilitas komuter, serta konektivitas antarkota seperti YogyakartaâSoloâSurabaya, KutoarjoâYogyakartaâPurwosari, dan KA Bandara YIA yang terus menunjukkan tren positif,â jelas Anne.
Yogyakarta juga mencatat pertumbuhan pelanggan yang positif di berbagai layanan KAI Group. Layanan Commuter Line YogyakartaâSolo melayani 6,62 juta pelanggan selama JanuariâSeptember 2025, tumbuh 13,11% dibanding 5,85 juta pelanggan pada periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, KA Prameks juga meningkat menjadi 820 ribu pelanggan, naik 13,79% dibanding 721 ribu pelanggan di tahun sebelumnya.
Layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mencatat 2,10 juta pelanggan selama JanuariâSeptember 2025, atau naik 3,77% dibanding 2,02 juta pelanggan pada periode yang sama tahun 2024.
Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada KA Bandara Adi Soemarmo (BIAS) yang melonjak dari 87.001 pelanggan pada JanuariâSeptember 2024 menjadi 550.084 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025, atau naik 532,3%. Sejak 17 Agustus 2025, layanan KA BIAS diperpanjang hingga Stasiun Caruban, memperluas jangkauan dari Bandara Adi Soemarmo ke wilayah Madiun Raya dengan 11 stasiun pemberhentian mulai dari Adi Soemarmo hingga Caruban.
Ia juga mengatkan, Yogyakarta merupakan wilayah operasi dengan kinerja pelanggan yang stabil. Pertumbuhan di wilayah ini mencerminkan keandalan sistem operasional, disiplin SDM, serta budaya melayani yang memberi dampak langsung terhadap kepuasan pelanggan.
Selain layanan penumpang, kinerja logistik Daop 6 Yogyakarta juga menunjukkan perkembangan.
Selama JanuariâSeptember 2025, volume angkutan barang mencapai 253.420 ton, naik 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 216.849 ton.
Komoditas utama yang menopang pertumbuhan tersebut meliputi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 213.719 ton, Barang Hantaran Paket (BHP) sebesar 12.266 ton, serta 27.434 ton komoditas lainnya.
âPeningkatan angkutan barang di Yogyakarta menggambarkan tumbuhnya kepercayaan industri terhadap moda KA sebagai solusi logistik yang efisien, aman, dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan arah strategis KAI dalam memperkuat peran kereta api sebagai rantai pasok logistik nasional,â jelas Anne.
Anne menegaskan, KAI terus membangun kolaborasi dengan pelaku industri, pemerintah daerah, dan mitra strategis untuk mengembangkan layanan logistik berbasis data dan digital tracking system, serta memperluas jaringan layanan hingga kawasan industri dan pelabuhan.
Balai Yasa Yogyakarta: Menjaga Keandalan dan Inovasi Sarana
Masih di wilayah Daop 6 Yogyakarta, terdapat Balai Yasa Yogyakarta, salah satu fasilitas perawatan terbesar di Jawa. Sejak berdiri pada 1914, Balai Yasa Yogyakarta berperan menjaga performa lokomotif, KRD, dan KRL yang menopang keandalan operasional kereta api nasional.
Dengan luas 12,88 hektar, Balai Yasa Yogyakarta melaksanakan perawatan tahunan, dua tahunan, dan tiga tahunan. Fasilitas ini juga telah tersertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, SNI ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan, dan SNI ISO 45001:2018 Sistem Manajemen K3.
âBalai Yasa Yogyakarta merupakan salah satu jantung teknis KAI. Di sinilah standar keandalan dan keselamatan dijaga melalui kerja para teknisi, engineer, dan mekanik yang terus berinovasi menjaga kualitas sarana,â terang Anne.
Pada Juli 2025, Balai Yasa Yogyakarta meluncurkan Lokomotif CC 201 8916 hasil pengembangan internal dengan sistem digitalisasi baru, mencakup TFT Display, akses data logger daring, dan fault diagnostic system untuk meningkatkan efisiensi serta presisi pemeliharaan.
Balai Yasa ini juga telah meraih sejumlah penghargaan nasional, seperti Juara Umum Innovator Internal Award (IIA) dan entitas pengiriman IIA terbanyak, yang menegaskan kapasitas Balai Yasa Yogyakarta dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan.
Melalui kegiatan Ngalcer, KAI memperkuat komitmen terhadap budaya kerja sebagai fondasi utama dalam setiap pencapaian perusahaan. Budaya yang hidup di seluruh lini organisasi menjadi energi yang menumbuhkan inovasi, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi pelanggan.
âBudaya perusahaan menjadi penuntun bagi setiap Insan KAI dalam bekerja dan berinteraksi. Ketika nilai-nilai kerja dijalankan secara konsisten, hasilnya akan tercermin dalam kinerja dan kualitas layanan yang semakin baik,â tutup Anne. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
PLN UID Jakarta Raya Layani 1.100 Pelanggan Lewat Pasang Baru dan Tambah Daya
-
Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 dan Elpiji 5,5 Kg Jadi Rp107.000
-
Saat Roh Kudus Turun dan Keberanian Iman Dinyalakan di Hari Pentakosta GKJ Gondokusuman Yogya
-
Pertamina Patra Niaga Percepat pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya
-
Bezzecchi Juara MotoGP Brasil, Catat Rekor Empat Kemenangan Beruntun
-
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja Bagi Warga yang Masih Menganggur
-
Menlu Iran Klaim Demonstrasi Berakhir, Bantah Rencana Eksekusi Pengunjuk Rasa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.