Trump Siap Bangun ‘Dewan Perdamaian’ di Gaza: Apa Langkah Selanjutnya?

Selasa, 21 Okt 2025, 20:00 WIB

JAKARTA - Pada 21 Oktober 2025, perundingan internasional yang melibatkan Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar semakin intensif untuk menstabilkan gencatan senjata antara Israel dan Hamas serta melanjutkan implementasi rencana perdamaian 20 langkah yang digagas oleh Presiden AS, Donald Trump.

Delegasi Hamas yang dipimpin oleh Khalil Al-Hayya telah berada di Kairo sejak akhir pekan lalu untuk berdiskusi dengan pejabat Mesir. Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, tiba di Israel pada hari Selasa untuk memperkuat komitmen Israel terhadap gencatan senjata dan mendorong kemajuan menuju fase kedua rencana tersebut.

Ket. Foto: Warga Palestina berjalan melewati sebuah tenda di tengah reruntuhan bangunan di area yang hancur, di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, di Kota Gaza. — Sumber: Reuters

Fase pertama dari gencatan senjata ini mencakup penghentian pertempuran, pertukaran sandera, peningkatan aliran bantuan kemanusiaan, dan penarikan sebagian pasukan Israel ke garis yang disepakati. Namun, sekitar setengah dari Jalur Gaza masih berada di bawah kendali Israel. Israel telah mulai menandai garis penarikan dan memperingatkan Hamas serta warga untuk menjauhi area tersebut.

Hamas telah membebaskan 20 sandera hidup dan 13 jenazah, namun masih ada 15 jenazah sandera yang belum dikembalikan. Hamas mengklaim bahwa puing-puing dan faktor lain menyulitkan pemulihan beberapa jenazah tersebut. Sementara itu, Israel percaya bahwa Hamas dapat segera mengembalikan sekitar lima jenazah lagi dan menuduh Hamas menunda proses tersebut.

Sebagai bagian dari rencana perdamaian, Trump mengusulkan pembentukan "Dewan Perdamaian" yang akan mengawasi transisi pemerintahan di Gaza. Dewan ini kemungkinan akan dipimpin oleh Trump sendiri dan terdiri dari teknokrat Palestina yang tidak terafiliasi dengan Hamas. Hamas telah menyetujui struktur pemerintahan ini dengan syarat bahwa pegawai Gaza tetap dipertahankan dalam jabatan mereka.

Namun, beberapa isu krusial masih belum terselesaikan. Israel menuntut disarmament Hamas sebagai bagian dari kesepakatan, sedangkan Hamas menolak untuk menyerahkan senjata mereka tanpa kejelasan mengenai siapa yang akan menerima senjata tersebut. Selain itu, masa depan Otoritas Palestina dan status negara Palestina tetap menjadi topik perdebatan.

Presiden Trump menekankan bahwa fase kedua dari rencana perdamaian ini akan melibatkan pembentukan pasukan stabilisasi yang didukung oleh AS dan negara-negara internasional lainnya. Namun, beberapa negara Arab, termasuk Mesir dan Arab Saudi, masih skeptis terhadap peran dominan Turki dalam proses perdamaian ini.

Sementara itu, bantuan kemanusiaan terus mengalir ke Gaza. Truk-truk bantuan yang membawa pasokan makanan dan obat-obatan telah memasuki Gaza melalui perbatasan Rafah, meskipun distribusi bantuan masih terbatas dan belum mencakup seluruh kebutuhan penduduk yang terdampak.

Perundingan selanjutnya akan difokuskan pada penyelesaian isu-isu sensitif seperti disarmament, penarikan penuh pasukan Israel, dan pembentukan struktur pemerintahan yang inklusif di Gaza. Keberhasilan atau kegagalan fase kedua ini akan menentukan arah masa depan perdamaian di wilayah tersebut.

Dengan latar belakang tantangan yang ada, dunia internasional memantau dengan cermat perkembangan selanjutnya dari rencana perdamaian ini. Apakah Trump dapat mewujudkan visi perdamaian yang berkelanjutan di Gaza? Hanya waktu yang akan menjawab.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.