Tiongkok Hadirkan Pusat Data Bertenaga Angin di Bawah Air

Selasa, 21 Okt 2025, 20:18 WIB

SHANGHAI - Tiongkok pada Selasa (21/10) merampungkan pembangunan proyek pusat data bawah laut (underwater data center/UDC) bertenaga angin pertama di dunia di Kota Shanghai, Tiongkok timur, yang menetapkan standar baru untuk pengembangan infrastruktur komputasi yang ramah lingkungan.

Berlokasi di Kawasan Khusus Lin-gang di Zona Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Percontohan (Shanghai) Tiongkok, proyek UDC itu telah menerima investasi sebesar 1,6 miliar yuan dan memiliki total kapasitas daya sebesar 24 megawatt, menurut komite administratif Kawasan Khusus Lin-gang.

Dibanding pusat data berbasis darat tradisional, proyek ini dirancang untuk menggunakan lebih dari 95 persen listrik ramah lingkungan, mengurangi konsumsi daya sebesar 22,8 persen, serta mengurangi penggunaan air dan lahan masing-masing sebesar 100 persen dan lebih dari 90 persen.

Komite administratif tersebut menyebutkan bahwa penyelesaian proyek ini menandai terobosan dalam pengembangan terintegrasi UDC dan energi terbarukan lepas pantai. Proyek ini menjadi contoh bagi pengembangan infrastruktur komputasi yang ramah lingkungan dan rendah karbon, dan juga pemanfaatan energi angin lepas pantai secara lokal. Ant/Xinhua

Ket. Foto: — Sumber: SCMP

  • turbin angin
  • china yuan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.