Menkeu Minta BI Kembalikan Suku Bunga ke Level Rendah
Selasa, 21 Okt 2025, 01:00 WIBJakarta -Â Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta Bank Indonesia (BI) untuk secara bertahap menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate agar kembali ke level yang lebih rendah. Langkah ini dinilai penting guna memperkuat momentum pemulihan ekonomi nasional dan mendorong investasi di tengah tekanan global yang mulai mereda.
Menurut Menkeu, dengan inflasi yang terkendali dan nilai tukar rupiah yang stabil, sudah saatnya kebijakan moneter beralih ke arah yang lebih longgar untuk mendukung pertumbuhan.
"Kalau inflasi bisa terus-terusan 2,5%, BI harus dipaksa, pelan-pelan akan bisa dipaksa menurunkan suku bunga acuannya ke 3,5%. Harusnya bunga pinjamannya juga turun ke 7% atau lebih rendah lagi," kata Purbaya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (20/10).
Seperti dikutip dari CNBC, Purbaya mengatakan pemerintah sebetulnya telah fokus berupaya mengendalikan inflasi ini di tingkat pusat maupun daerah melalui pembentukan tim pengendali inflasi pusat (TPIP) maupun tim pengendali inflasi daerah (TPID).
Lebih lanjut, tujuan dari awal memang untuk mendorong BI supaya terus menjaga level suku bunga rendah. Sebab, pemerintah kata Purbaya akhirnya menyadari bahwa kebijakan utama bank sentral adalah inflation targeting regime, yakni bunga dikendalikan sesuai dengan inflasi atau bunga untuk mengendalikan inflasi.
"Biasanya sih bunganya berapa persen di atas inflasi, kalau inflasinya misal 7% dia bunga acuannya bisa 8% atau lebih sedikit, bunga pinjamannya lebih tinggi lagi," katanya.
Karenanya, ia mengatakan, pemerintah selama ini sepakat dengan Bank Sentral untuk menargetkan inflasi terkendali serendah mungkin. Alasannya supaya BI bisa menurunkan suku bunga ke level rendah, sehingga bunga pnjaman bisa terus turun untuk mendorong aktivitas perekonomian.
"Karena pemerintah waktu itu enggak bisa mengendalikan bank sentral, jadi cara kita kendalikan bank sentaral adalah mengendalinkan inflasi ini," papar Purbaya.
"Kalau itu yang terjadi maka ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat lagi atau paling enggak bisa bersaing dengan negara lain, karena di Malaysia bunga pinjaman paling 5%, kalau di sini ketinggian ya perusahaan kita kalah bersaing," tambahnya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Cuaca Senin Diprediksi Tak Bersahabat, BMKG Sebut Berawan hingga Hujan Dominasi RI
-
Rapat Paripurna DPRD: Pemprov DKI Pastikan APBD 2026 Fokus Banjir Hingga Subsidi Pangan
-
Indonesia Menambah Dua Emas di Asian Taekwondo Open 2026
-
Harga Gabah Tembus Rp8.000, Pemerintah Kaji Ulang HET dan HPP
-
Terkait Penunjukan Destry, Pakar: Perkuat Koordinasi Fiskal-Moneter untuk Turunkan Risiko Ekonomi
-
Saat Low Season, Festival Belanja Jadi Jurus Dongkrak Konsumsi
-
UMKM Jayapura Terbantu Perayaan Festival Danau Sentani yang Jadi Magnet Turis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.