DIY Mampu Kendalikan Inflasi di Tengah Kenaikan Harga Pangan Nasional

Selasa, 21 Okt 2025, 16:30 WIB

YOGYAKARTA - Meski harga pangan di berbagai daerah cenderung naik, Daerah Istimewa Yogyakarta justru mampu menjaga laju inflasinya tetap terkendali. Kondisi tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara daring, Senin (20/10), dipimpin langsung oleh Mendagri Tito Karnavian.

Dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengikuti rapat tersebut bersama sejumlah pejabat, antara lain Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY Eling Priswanto, Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati, serta Kepala DPKP DIY Syam Arjayanti. Acara itu juga dihadiri sejumlah pejabat tingkat pusat seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Direktur Utama Perum Bulog yang menyoroti langkah cepat daerah dalam menjaga pasokan pangan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemda DIY

Menurut Eling Priswanto, situasi harga di DIY masih dalam batas wajar. “Kepala dinas perdagangan bisa bersurat kepada Bulog untuk melakukan operasi pasar beras SPHP ketika harga naik. Begitu pula Dirkrimsus juga diberikan kewenangan seperti itu, dengan tujuan untuk memotong rantai komando agar tindakan di daerah bisa cepat,” ujarnya.

Ia menilai kebijakan tersebut memberi ruang bagi daerah untuk lebih tangkas menekan potensi inflasi. Dengan mekanisme itu, operasi pasar bisa langsung digerakkan tanpa harus menunggu instruksi panjang dari pusat.

Meski beras menjadi isu nasional, Eling menyebut situasi di DIY relatif stabil. “Kalau secara umum di DIY stabil, aman karena tadi di paparan pun yang disampaikan oleh pimpinan di pusat, tidak ada satupun di DIY yang mengalami kenaikan harga. Ada tapi sedikit di Bantul, cuma 0,0 sekian, itu tidak signifikan,” tegasnya.

Kestabilan itu, lanjutnya, merupakan hasil koordinasi erat antara Pemda, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan dinas teknis yang rutin memantau harga di pasar. Distribusi logistik dan pasokan bahan pokok di seluruh wilayah kabupaten dan kota juga dinilai masih terjaga dengan baik.

Selain membahas inflasi, rapat tersebut turut menyinggung pengelolaan keuangan daerah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, sebagaimana disampaikan Eling, mengingatkan agar pemerintah daerah mengoptimalkan pendapatan lebih untuk kesejahteraan masyarakat, bukan disimpan sebagai saldo mengendap.

“Apabila daerah memiliki pendapatan yang lebih, itu bisa dimaksimalkan untuk masyarakat. Kalau ada saving, sebaiknya disimpan di bank-bank daerah, jangan di Bank Himbara,” kata Eling mengutip arahan Menteri Purbaya.

Ia menambahkan, DIY termasuk dalam kategori daerah dengan tata kelola keuangan yang baik. “DIY termasuk kelompok yang bisa dikatakan cukup bagus, seimbang antara pendapatan maupun dari sisi belanjanya. Itu yang di-highlight dari Pak Purbaya,” tutupnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.