Setelah 'Climate Tipping Point' Terlampaui, Bisakah Bumi Kembali Pulih?
Senin, 20 Okt 2025, 07:11 WIBSAAT ini Bumi menurut laporan Global Tipping Points 2025, bumi telah mencapai titik kritis Iklim atau climate tipping point, yaitu batas ambang perubahan di dalam sistem Bumi seperti atmosfer, laut, es, atau ekosistem darat di mana perubahan kecil tambahan dapat memicu perubahan besar, cepat, dan sering kali tak bisa dibalikkan (irreversible).
Sementara rekor iklim terus dipecahkan, dampak kumulatif dari perubahan ini juga dapat menyebabkan bagian-bagian fundamental sistem Bumi berubah secara dramatis. âTitik kritisâ perubahan iklim ini merupakan ambang batas kritis yang, jika terlampaui, dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diubah.
Apa itu titik kritis iklim?
Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), titik kritis adalah âambang batas kritis dalam suatu sistem yang, jika terlampaui, dapat menyebabkan perubahan signifikan dalam keadaan sistem, seringkali dengan pemahaman bahwa perubahan tersebut tidak dapat diubah.â
âIntinya, titik kritis iklim adalah elemen-elemen sistem Bumi di mana perubahan kecil dapat memicu siklus penguatan yang âmengubahâ suatu sistem dari satu keadaan stabil ke keadaan yang sangat berbeda,â dikutip dari laman European Space Agency (ESA).
Misalnya, kenaikan suhu global akibat pembakaran bahan bakar fosil, di kemudian hari, memicu perubahan seperti hutan hujan yang berubah menjadi sabana kering. Perubahan ini didorong oleh siklus umpan balik yang terus berulang, bahkan jika faktor pendorong perubahan dalam sistem tersebut berhenti. Sistem dalam hal ini hutan dapat tetap âterbalikâ meskipun suhu kembali turun di bawah ambang batas.
Pergeseran dari satu kondisi ke kondisi lainnya ini mungkin membutuhkan waktu puluhan tahun atau bahkan berabad-abad untuk menemukan kondisi baru yang stabil. Namun, jika titik kritis sedang dilewati sekarang, atau dalam dekade mendatang, dampak penuhnya mungkin baru akan terasa ratusan atau ribuan tahun kemudian. hay
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Warga Sumsel Didorong Buka Usaha Produktif, Pemprov Siap Latih hingga Bantu Pemasaran
-
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR
-
Paus Leo XIV Desak Eropa dan AS Berbuat Lebih Banyak untuk Melindungi Imigran Saat Berkunjung ke Lampedusa
-
Perluas RTH di Jakbar, Pohon Tabebuya Pink Ditanam di Lahan Pemprov DKI di Grogol Petamburan
-
Katy Perry Marah, Gedung Putih Pakai Lagunya untuk Video Serangan Militer AS di TikTok
-
Knicks Jadi Simbol Ketangguhan New York, Satukan Kota dalam Perburuan Gelar NBA Bersejarah
-
Kemenag Libatkan Kampus untuk Bantu Program Masjid Ramah Pemudik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.