Lebih dari 600 Ribu Penerima Bansos Diblokir, Tapi Bisa Aktif Lagi, Begini Caranya

Senin, 20 Okt 2025, 21:34 WIB

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) membuka kesempatan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk melakukan reaktivasi rekening bansos yang sempat dinonaktifkan. Langkah ini dilakukan setelah Kemensos melakukan pemutakhiran data dan verifikasi lapangan terhadap jutaan KPM di seluruh Indonesia. Mensos Saifullah Yusuf memastikan, masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap bisa mengaktifkan kembali rekeningnya melalui kelurahan, RT/RW, Dinas Sosial, maupun aplikasi daring resmi seperti Cek Bansos dan SIK-NG.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Senin, mengatakan langkah itu dilakukan setelah kementeriannya bersama sejumlah pihak melakukan pemutakhiran data dan verifikasi lapangan (ground check) terhadap jutaan penerima bansos di seluruh Indonesia.

Ket. Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf Saifullah Yusuf (tengah) memberikan keterangan dihadapan para pewarta terkait capaian kementeriannya selepas acara “Tasyakuran Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, Senin (20/10). — Sumber: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

“Kami tugasnya adalah ikut memutakhirkan data-data tersebut supaya bisa mengikuti dinamika di lapangan. Sebab setiap hari ada yang wafat, lahir, menikah, dan pindah tempat tinggal," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Mensos menjelaskan sejak awal tahun, lebih dari 12 juta keluarga penerima manfaat telah diverifikasi langsung melalui kunjungan rumah ke rumah oleh pendamping sosial, bekerja sama dengan Dinas Sosial daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Dari hasil ground check, sementara kita temukan lebih dari 1,9 juta penerima yang tidak lagi memenuhi kriteria untuk menerima bansos,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.

Selain itu Kemensos bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga melakukan penelusuran terhadap rekening-rekening penerima yang diduga disalahgunakan, termasuk untuk aktivitas ilegal seperti perjudian daring (judol).

“Maka itu ada lebih dari 600 ribu penerima manfaat yang tidak kita salurkan bansosnya pada triwulan kedua dan ketiga sebagaimana yang telah kami umumkan sebelumnya,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

Meski demikian ia memastikan pihaknya tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan untuk mengaktifkan kembali atau reaktivasi rekening bansos melalui berbagai jalur, baik lewat kelurahan, RT/RW, Dinas Sosial setempat, maupun aplikasi daring seperti Cek Bansos dan SIK-NG milik Kemensos.

“Pada prinsipnya kami membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memang membutuhkan bantuan pemerintah lewat mekanisme reaktivasi,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

Kemensos melaporkan saat ini sedang berlangsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tambahan terhadap 35,4 juta KPM untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Bantuan Pangan triwulan keempat (Oktober-Desember).

Penerima bantuan BLT mencakup penerima reguler dan penerima manfaat baru lebih dari 14 juta keluarga kelompok Desil 1 - 4.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.