- Home
-
- Luar Negeri
-
- Junta Myanmar Gerebek Pusa...
Junta Myanmar Gerebek Pusat Penipuan Online, 30 Receiver Starlink Disita
Senin, 20 Okt 2025, 09:18 WIBYANGON - Junta Myanmar menggerebek salah satu pusat penipuan internet paling terkenal di negara itu dan menyita perangkat Starlink yang digunakan, katanya, Senin (20/10).
Media pemerintah Global New Light of Myanmar mengatakan militer "melakukan operasi di KK Park dekat perbatasan Myanmar-Thailand" dan telah "menyita 30 set penerima Starlink dan aksesorinya".
Pabrik-pabrik internet yang melakukan penipuan terhadap orang asing yang tidak menaruh curiga dengan skema bisnis atau love scamming telah berkembang pesat di wilayah perbatasan Myanmar yang dilanda perang dan tanpa hukum.
Tahun ini, dorongan transnasional oleh otoritas Thailand, Tiongkok, dan Myanmar mengakibatkan tindakan keras besar-besaran yang membebaskan ribuan pekerja, banyak di antaranya mengatakan mereka diperdagangkan untuk bekerja di pusat kompleks tersebut.
Namun, investigasi AFP bulan ini mengungkap pembangunan baru yang pesat di lokasi pusat penipuan dan perangkat yang menggunakan layanan internet satelit milik Elon Musk, Starlink, dipasang di atap bangunan.
Citra satelit dan rekaman drone AFP menunjukkan pekerjaan pembangunan yang ingar bingar di kompleks yang dijaga ketat di sekitar Myawaddy di perbatasan Thailand-Myanmar, yang tampaknya menggunakan layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk dalam skala besar.
Para ahli mengatakan sebagian besar pusat tersebut, yang terkenal dengan penipuan asmara dan penipuan investasi "penyembelihan babi", dijalankan oleh sindikat kejahatan yang dipimpin warga Tiongkok yang bekerja sama dengan milisi Myanmar di wilayah Segitiga Emas yang tidak memiliki hukum.
Tiongkok, Thailand, dan Myanmar menekan milisi untuk "memberantas" kompleks tersebut pada bulan Februari, membebaskan sekitar 7.000 orang dari sistem seperti call center yang dijalankan atas dasar keserakahan, perdagangan manusia, dan kekerasan.
Para pekerja yang dibebaskan berasal dari Asia, Afrika, dan tempat lain menunjukkan kepada wartawan AFP bekas luka dan memar akibat pemukulan yang dilakukan oleh bos mereka.
Mereka mengaku dipaksa bekerja sepanjang waktu, mencari korban berbagai macam penipuan melalui telepon dan internet.
- Sindikat Penipuan Online
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Warga bangun hunian sementara
-
Dilaporkan Hilang, WNI Asal Bandung Ini Ternyata Bekerja di Kamboja, KBRI Bantu Pemulangan ke Tanah Air
-
Dinas Pengendalian Kependudukan Kota Mataram Temukan Empat Kasus Baru Stunting
-
Diburu FBI Ditangkap di Thailand, Seorang WNI Diduga Tipu Warga AS hingga 10 Juta Dollar
-
Tiongkok Hukum Mati 11 Anggota Sindikat Penipuan dan Perjudian Berbasis di Myanmar
-
Jateng Jadi Provinsi Pertama Terapkan Kurikulum Perkoperasian di Sekolah, Menkop Beri Apresiasi
-
PBB: Kerugian Akibat Penipuan Online di Kawasan Asia Mencapai $114 Miliar pada 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.