Komisi V DPR Gaspol Perbaiki Jalan dan Irigasi Lewat Strategi Berani Tekan Biaya Produksi dan Naikkan Pendapatan Petani
Jumat, 17 Okt 2025, 08:40 WIBJAKARTA - Dalam upaya mengokohkan ketahanan pangan nasional, Komisi V DPR RI menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan distribusi pangan. Wakil Ketua Komisi V, Andi Iwan Darmawan Aras, menegaskan bahwa kunci kemakmuran petani Indonesia bukan hanya pada hasil panen, tetapi juga pada efisiensi logistik dan sistem irigasi yang andal.
âKemakmuran petani tidak akan tercapai tanpa infrastruktur yang efisien. Karena itu, Komisi V bersama Kementerian PUPR fokus memperbaiki jalan produksi dan menekan ongkos logistik,â ujar Iwan saat meninjau lapangan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (15/10/2025).
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menilai, biaya transportasi yang tinggi akibat jalan rusak membuat petani sulit bersaing. Hasil panen kerap kehilangan nilai jual optimal karena ongkos distribusi melonjak, sementara harga di pasar tetap ditekan.
âPetani rugi, konsumen pun dirugikan. Jalan rusak berarti rantai distribusi pangan ikut rusak. Itu sebabnya, pembangunan jalan desa dan jalan usaha tani menjadi fokus utama kami,â tegas Iwan.
Inpres Jalan Daerah: Senjata Baru Turunkan Biaya Logistik
Data BPS 2025 menunjukkan bahwa biaya logistik sektor pertanian Indonesia masih menembus 29% dari total biaya produksi, jauh di atas rata-rata ASEAN yang hanya 19â21%. Padahal, semakin tinggi biaya logistik, semakin mahal pula harga pangan yang sampai ke meja masyarakat.
Untuk menjawab tantangan itu, Komisi V DPR terus mendorong percepatan implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah (Inpres Jalan Daerah). Program ini ditargetkan memperbaiki lebih dari 10.000 kilometer jalan di wilayah sentra pangan nasional.
âInpres Jalan Daerah sudah berjalan dalam tiga tahap dan akan berlanjut dua tahun ke depan. DPR akan kawal penuh agar pembangunan ini tepat sasaran dan berkelanjutan,â ujar Iwan.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Banyak daerah tertinggal belum bisa mengakses program karena kendala administratif dan teknis.
âKami minta daerah lebih proaktif memenuhi persyaratan. Jangan sampai peluang bantuan tertunda hanya karena berkas dan desain teknis tidak lengkap,â jelasnya.
Irigasi Jadi Penentu Produktivitas
Selain jalan, sistem irigasi menjadi perhatian serius. Komisi V kini mendorong Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR untuk memaksimalkan fungsi irigasi primer hingga tersier, yang menjadi penopang utama produksi padi nasional.
Fakta di lapangan menunjukkan, dari total 7,2 juta hektare lahan irigasi, sekitar 30% mengalami kerusakan, yang berpotensi menurunkan produksi padi hingga 1,5 juta ton per tahun.
âRevitalisasi jaringan irigasi bukan hanya proyek fisik, tapi investasi masa depan. Tanpa air, sawah hanya jadi lahan kosong,â ujar Iwan.
Menurut Iwan, pembangunan jalan dan irigasi harus terintegrasi langsung dengan kebutuhan petani, bukan hanya proyek seremonial. Jalan harus menghubungkan lahan dengan pasar, dan irigasi harus mengairi sawah rakyat, bukan kawasan industri besar.
Dampak Nyata: Produktivitas Naik, Petani Untung
Langkah DPR terbukti berdampak. Berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Nasional 2025, wilayah yang mendapat dukungan infrastruktur jalan dan irigasi mengalami kenaikan produktivitas hingga 15%. Di Sumatera Selatan, produksi gabah bahkan menembus 5,8 juta ton GKG, naik 8,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
âKetika infrastruktur kuat, petani makmur. Biaya transportasi turun, hasil panen meningkat, dan harga jual stabil. Itu tujuan utama perjuangan kami,â tutup Iwan.
- Wakil Ketua Komisi VIII DPR
- irigasi
- petani Indonesia
- ketahanan pangan nasional
- petani
- logistik
- Komisi V DPR RI
- Andi Iwan Darmawan Aras
- Wakil Ketua Komisi V
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
Kementan dan Kementerian PU Percepat Pembangunan Irigasi untuk Antisipasi Kekeringan
-
Perkuat Ketahanan Pangan dan Air Indonesia Timur: Ini Progres Pembangunan Bendungan Manikin di Kupang
-
Kekeringan Ekstrem Sebentar Lagi, Kementan–PU Perkuat Pengelolaan Air untuk Tingkatkan Indeks Pertanaman
-
Dishub: Puncak Arus Balik Nagreg Diprediksi Terjadi Hari Ini
-
Program Mudik Gratis MyPertamina 2026, Pertamina Lepas 125 Pemudik di Makassar
-
Pemerhati: Konflik Global Momentum Dorong Percepatan Swasembada Pangan
-
Antisipasi Lonjakan Harga Minyak, AS-Tiongkok Koordinasi Keamanan Jalur Energi Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.