Investor Eropa Melirik Nusantara! Spanyol Siap Guyur Modal ke Indonesia
Jumat, 17 Okt 2025, 20:20 WIBTANGERANG â Investasi dari mancanegara memegang peranan penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan pembiayaan pembangunan, masuknya modal asing bukan hanya menambah likuiditas, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, pasar global, dan praktik manajemen modern.
Dengan arus investasi asing yang sehat, proyek-proyek strategis seperti infrastruktur, energi terbarukan, hingga sektor manufaktur bisa terus bergerak.
Selain itu, efek berantainya cukup luas â mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya saing industri lokal, hingga memperkuat cadangan devisa negara.
Namun, yang tak kalah penting adalah memastikan investasi tersebut berkualitas dan berorientasi jangka panjang. Artinya, bukan sekadar mengejar angka, tapi memastikan bahwa setiap dolar yang masuk mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Karena pada akhirnya, investasi asing bukan hanya soal modal yang datang, tapi bagaimana kehadirannya bisa mendorong transformasi ekonomi menuju kemandirian dan nilai tambah yang lebih tinggi.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa Spanyol berminat melakukan investasi di Indonesia lantaran memiliki banyak kemudahan ekspor ke banyak negara.
Budi menjelaskan salah satu kelebihan Indonesia terkait dengan perdagangan adalah karena adanya berbagai perjanjian dagang, seperti Preferential Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan 30 negara.
"Kami barusan juga (bertemu) dengan delegasi Spanyol. Mereka justru sangat tertarik untuk investasi di Indonesia. Begitu tahu misalnya, kesempatan ekspor ke beberapa negara itu besar ya, di Indonesia karena ada beberapa CEPA," kata Budi di sela-sela di penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (17/10).
Ia menyebut minat investasi Spanyol ini, salah satunya adalah untuk menyasar pasar Eropa, Asia, serta negara lainnya. Namun demikian, Budi belum bisa merinci terkait dengan bentuk investasinya.
Lebih lanjut, Budi menilai kemungkinan pabrik yang akan dibangun di Indonesia adalah sektor tekstil, lantaran pasar Eropa memiliki banyak permintaan di sektor alas kaki dan pakaian jadi.
"Karena dia itu prinsipnya tergantung pasarnya yang dibidik apa. Misalnya, dia mau melihat bahwa potensi yang besar di Uni Eropa itu, misalnya sepatu, alas kaki, atau pakaian jadi. Jadi dia akan lari ke situ, dia akan pelajari, akan bergerak di bidang apa, mana potensi yang paling besar," ujarnya.
Budi mengatakan pemerintah telah berkomitmen untuk mengevaluasi aturan terkait dengan perizinan agar investasi di Indonesia semakin meningkat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
La Liga Spanyol: Real Madrid Tundukkan Atletico dalam Laga Derby, Barcelona Menang Tipis atas Rayo
-
Menteri KP Trenggono Tegaskan Kebijakan Pemerintah Berpihak pada Nelayan
-
Dana Otsus Tahap I 2026 Cair, Rp138,44 Miliar untuk Tiga Daerah di Papua Barat
-
"Bawa Nama Saya untuk Proyek? Laporkan!" – Amuk Bupati Mimika ke Oknum Pencatut Nama
-
RSUD Yowari Disorot, Wamendagri dan Wamenkes Komit Perbaiki Layanan Kesehatan Papua
-
Sinner dan Alcaraz Lolos Dramatis ke Perempat Final Monte Carlo Masters
-
Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani Melaju ke Final Swiss Open 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.