Ciptakan Generasi Siap Kerja, Wamenaker Dorong Perluasan Program Magang Nasional
Kamis, 16 Okt 2025, 16:30 WIBJAKARTA â Program Magang Nasional hadir sebagai salah satu upaya konkret pemerintah dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia industri.
Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja langsung, tetapi juga kesempatan untuk memahami standar profesional, etos kerja, dan kebutuhan kompetensi yang relevan dengan pasar tenaga kerja saat ini.
Secara analitis, program ini menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang selama ini menjadi tantangan utama.
Dengan sistem magang terstruktur, perusahaan bisa berperan sebagai mitra strategis dalam pembentukan SDM unggul, sementara peserta magang memperoleh nilai tambah berupa keterampilan praktis yang tidak selalu diajarkan di bangku pendidikan formal.
Lebih jauh, Magang Nasional juga diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan produktivitas nasionalâkarena semakin banyak tenaga kerja terampil berarti semakin kuat pula daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan program Magang Nasional menjadi sarana yang efektif dalam menyiapkan tenaga kerja terampil.
âSejak program magang ini dibuka, animo dari masyarakat dan dunia usaha sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa program pemagangan semakin dipercaya sebagai sarana efektif untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan berpengalaman,â kata Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ferry itu mengatakan sebanyak 156.159 orang telah mendaftar sebagai calon peserta magang, sementara 1.668 perusahaan berpartisipasi sebagai penyelenggara magang pada Magang Nasional 2025 tahap (batch) pertama.
Wamenaker pun menegaskan bahwa magang kini menjadi pilihan strategis bagi angkatan kerja untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan sebelum benar-benar memasuki dunia industri.
Ferry menambahkan, program ini melibatkan beragam sektor strategis, antara lain makanan dan minuman, industri kreatif dan digital, komunikasi dan informasi, sektor publik, manufaktur, pariwisata, logistik dan transportasi, pertanian, hingga jasa lainnya.
âKeberagaman sektor ini memperlihatkan bahwa dunia industri semakin terbuka terhadap konsep pemagangan sebagai sarana pembelajaran berbasis pengalaman kerja nyata,â ujar Wamenaker.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menjelaskan bahwa Magang Nasional 2025 batch pertama dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Pendaftaran perusahaan dan usulan program magang berlangsung pada 1-14 Oktober 2025, pendaftaran peserta pada 7-15 Oktober 2025, seleksi dan pengumuman peserta pada 16-18 Oktober 2025, dan pelaksanaan magang dijadwalkan mulai 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026.
Pada batch pertama ini, Kemnaker menyediakan kuota awal bagi 20 ribu lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi.
Selama enam bulan masa magang, peserta akan memperoleh uang saku setara upah minimum yang dibayarkan oleh pemerintah melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI.
âSelain uang saku, peserta magang juga akan memperoleh Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor dari perusahaan tempat magang, serta sertifikat bagi peserta yang menyelesaikan program secara penuh,â kata Cris.
- program magang nasional
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Komisi IX DPR Dukung Program Magang Rp198 Miliar dari Pemerintah, Fresh Graduate Siap Tajir Ilmu dan Pengalaman Sebelum Kerja Beneran!
-
Selesai Angkutan Nataru, Garuda Indonesia Angkut 1,5 Juta Penumpang
-
Perpanjangan Izin Tinggal WNA Wajib Dilakukan Langsung
-
Indonesia Jangan Lagi Andalkan Dewi Fortuna
-
Pesona Museum Tionghoa Soekaboemi, Kisahkan Warisan Budaya Masa Lampau
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.