Indonesia Jangan Lagi Andalkan Dewi Fortuna
Senin, 28 Jul 2025, 07:52 WIBJAKARTA â Semua tahu perjalanan Tim Indonesia U-23 ke final Piala Asean, lebih banyak dihinggapi dewi fortuna. Lawan Filipina hanya mendapat gol bunuh diri. Lawan Malaysia tak mampu mencetak gol. Lawan Thailand di semifinal sekali lagi dinaungi dewi fortuna lewat menang adu penalti, tak mampu mencetak gol.
Banyak pekerjaan rumah agar Tim U-23 Indonesia mampu mecetak gol. Di final Indonesia kembali menantang Vietnam di laga final Piala Asean (AFF) U-23 2025, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (29/7) pukul 20.00 WIB. Ini bukan sekadar perebutan trofi, tapi juga misi balas dendam atas kekalahan menyakitkan di final edisi sebelumnya.
Indonesia melangkah ke final usai menyingkirkan Thailand lewat drama adu penalti 7-6 setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Sementara itu, Vietnam menumbangkan Filipina 2-1. Pertemuan nanti menjadi edisi ketiga bentrok Indonesia kontra Vietnam di ajang ini. Dua duel sebelumnya berakhir imbang: Garuda Muda menang 1-0 di semifinal 2019, namun takluk 5-6 lewat adu penalti di final 2023.
Secara sejarah, Vietnam memang unggul atas Indonesia di level U-23. Dari 17 pertemuan sejak SEA Games 2001, Vietnam mencatat delapan kemenangan, Indonesia lima kali, dan empat laga lainnya berakhir imbang. Catatan gol pun berpihak pada tim berjuluk Golden Star Warriors: 20 berbanding 9.
Vietnam juga kerap berpesta gol atas Indonesia, seperti saat menang 5-0 di SEA Games 2015 dan 3-0 di edisi 2021. Sebaliknya, kemenangan Indonesia selalu diperoleh lewat perjuangan keras dan skor tipis, seperti 1-0 (2001, 2005), 2-0 (2011), dan 3-2 (2023).
Tak heran jika laga final ini disebut sebagai ujian sesungguhnya bagi skuad besutan Gerard vanenburg. Apalagi, Vietnam datang dengan rekor impresif dan kolektivitas permainan yang solid, khas tim-tim racikan pelatih Korea Selatan, Kim Sang-sik.
Meski berhasil menembus final, performa Indonesia belum sepenuhnya mengesankan. Pengamat sepak bola nasional, Kesit B Handoyo, menyebut permainan Garuda Muda masih menyisakan banyak tanda tanya, terutama saat menghadapi lawan selevel.
âTim ini terlihat keteteran saat menghadapi Malaysia dan Thailand. Meski lolos ke final, keberuntungan di adu penalti punya peran besar,â ujar Kesit. Indonesia mencatat tiga kemenangan di turnamen ini, atas Brunei (8-0), Filipina (1-0), dan Thailand (adu penalti), serta satu hasil imbang lawan Malaysia (0-0).
Namun hanya laga melawan Brunei yang benar-benar dominan. Sisanya menunjukkan bahwa Garuda Muda masih rawan kehilangan kontrol, terutama saat ditekan. âLaga semifinal jadi alarm penting. Tim masih kerap kehilangan organisasi saat mendapat tekanan tinggi,â lanjut Kesit.
Ujian semakin berat karena Indonesia terancam tampil pincang di partai puncak. Tiga pemain pilar: Arkhan Fikri, Toni Firmansyah, dan Jens Raven dalam kondisi meragukan akibat cedera.
Asisten pelatih Frank van Kempen menyatakan bahwa Arkhan belum sepenuhnya pulih sejak absen lawan Malaysia di fase grup. Ia juga tak tampil saat semifinal kontra Thailand. âKami masih pantau kondisi mereka. Keputusan akhir diambil jelang laga,â ujar Van Kempen.
Absennya tiga pemain ini tentu memengaruhi kekuatan tim, terutama dari aspek kreativitas dan daya dobrak. Apalagi, Arkhan Fikri dikenal sebagai otak permainan dari lini kedua.
Fisik Menentukan
Melawan Vietnam yang tampil agresif dan terorganisir, faktor fisik dan kedisiplinan akan sangat menentukan. Pengamat sepak bola asal Bali, I Wayan Artanayasa, menilai Garuda Muda harus tampil lebih efisien dan menghindari kesalahan teknis.
âPemain jangan terlalu banyak sentuhan. Cukup dua kali lalu oper. Itu penting agar tempo tetap terjaga dan tidak mudah kehilangan bola,â katanya. Dia juga menekankan pentingnya pemulihan fisik dan menjaga konsentrasi.
Selain itu, kehadiran puluhan ribu suporter di GBK akan menjadi energi tambahan. âKalau bisa main disiplin dan tenang, saya yakin bisa menang. Skor 2-1 atau bahkan 2-0 masih mungkin. Tapi jangan lengah, Vietnam lawan yang sangat tangguh ujarnya.
Final ini menjadi kesempatan langka. Indonesia akan bermain di depan publik sendiri, dengan atmosfer nasionalisme yang membuncah. Momen inilah yang harus dimaksimalkan para pemain untuk menuntaskan dendam dan membuktikan bahwa generasi muda Garuda siap naik kelas.
Trofi Piala Asean U-23 2025 bukan hanya soal prestasi, tapi juga simbol bahwa masa depan sepak bola Indonesia berada di jalur yang tepat. ben/G-1
Perkiraan Line Up
Indonesia U-23 (4-3-3)
Muhammad Ardiansyah
Achmad Maulana, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Dony Tri Pamungkas
Robi Darwis, Toni Firmansyah, Rayhan Hannan
Victor Dethan, Jens Raven, Rahmat Arjuna
- Piala Asean 2025
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Pantau Terus! Ini Jadwal Lengkap Final Piala ASEAN U-23, Indonesia Versus Vietnam
-
Indonesia Akan Berikan Segalanya di ASEAN U-23 Championship
-
Preview Indonesia vs Thailand: Panggung Duel "El Clasico" Asia Tenggara
-
Menteri Desa kunjungi Agrowisata Nanas Tangkit Baru di Muarojambi
-
Pegadaian Direstui OJK Lakukan Kegiatan Usaha Bulion
-
Retribusi Sampah Pemkot Palu Capai Rp10 Miliar
-
Waspadai “Ball Possession” Lawan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.