Tayangan Trans7 Soal Pesantren Bikin Geger, Ini Langkah Tegas KPI

Selasa, 14 Okt 2025, 17:50 WIB

JAKARTA - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, menegaskan lembaganya akan mengambil langkah tegas terhadap tayangan di Trans7 yang menampilkan pesantren dan menimbulkan kegaduhan publik. KPI menilai tayangan tersebut mencederai nilai-nilai luhur penyiaran yang seharusnya memperkuat integrasi bangsa.

“Tentu ini akan dibawa ke sidang pleno. Di situ kami tentukan apa sikap yang akan diberikan KPI secara kelembagaan terkait kasus ini,” kata Ubaid, panggilan akrabnya, di Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: Ketua KPI Pusat Ubaidillah. — Sumber: ANTARA/HO-KPI

Dia menyayangkan adanya tayangan mengenai pesantren yang ditampilkan pada program Xpose di Trans7 yang dinilai mencederai nilai-nilai luhur penyiaran.

“Penyiaran ditujukan untuk menjadi jembatan yang bisa mengukuhkan integrasi nasional. Tayangan ini justru menimbulkan kegaduhan karena dinilai menyinggung suasana kebatinan pesantren,” katanya.

Menurut dia, pesantren sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan telah memberikan kontribusi tanpa pamrih kepada bangsa ini.

Bahkan sebelum kemerdekaan, sambung Ubaid, pesantren berjibaku menghidupkan sikap tenggang rasa, tali asih, dan ikut perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Kita tahu pesantren banyak berkontribusi kepada negeri, tanpa pamrih. Tayangan itu yang nampaknya membuat publik bahwa yang bersangkutan, kurang empati dan pengetahuan tentang khazanah kepesantrenan dipertanyakan,” ucapnya.

Oleh karena itu, KPI akan melanjutkan kasus ini sesuai mekanisme yang berlaku.

Ubaid juga mengimbau lembaga penyiaran untuk mengedepankan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi di media sosial.

“Kami imbau kepada lembaga penyiaran agar mengedepankan regulasi sebagai acuan menayangkan program siaran dengan mengacu kepada sumber-sumber kredibel dan sesuai fakta,” ucapnya.

  • trans7
  • boikot trans7
  • tayangan pesantren
  • komisi penyiaran indonesia
  • kpi
  • siaran televisi

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.