Gubernur Pramono Buka Festival Pustakarsa, Perpustakaan Jakarta Kini Ramai Sampai Malam

Selasa, 14 Okt 2025, 16:15 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Festival Pustakarsa 2025 yang digelar di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (14/10). Ajang yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) DKI Jakarta ini berlangsung hingga Minggu (19/10) dan menghadirkan beragam kegiatan literasi, arsip, serta sastra.

Gubernur Pramono mengatakan, predikat kota global tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, melainkan juga dari tingkat literasi dan pengelolaan kearsipan yang teratur. Ia menilai, perpustakaan yang hidup hingga malam hari menjadi simbol kemajuan budaya baca di ibu kota.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“Maka, ketika saya mencanangkan bahwa perpustakaan di Jakarta beroperasi sampai dengan jam 10 malam, awalnya semua orang skeptis. Tetapi hari ini, saya selalu mendapatkan laporan bahwa salah satunya di tempat ini, perpustakaannya luar biasa bahkan kadang sampai jam 10 malam pun orang belum mau pulang,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan bahwa fasilitas literasi yang baik menjadi kunci untuk mendorong warga Jakarta agar terus membaca dan memperluas wawasan. Pameran Kearsipan bertema “Lo Jual, Gue Beli: Kilas Balik Lima Abad Jakarta Kota Dagang” mengajak masyarakat mengenal perjalanan panjang Jakarta dari pelabuhan kecil menjadi pusat ekonomi nasional dan kota global.

“Kalau lihat temanya saja, ‘Lo Jual, Gue Beli’. Ini kesannya anak muda banget, Betawi banget, kita banget, Jakarta banget,” tambahnya dengan bangga.

Pramono juga mengungkapkan bahwa Indeks Pengukuran Literasi Masyarakat DKI Jakarta pada tahun 2024 mencapai angka 94,16. Nilai tersebut masuk kategori tinggi dan menunjukkan semangat warga Jakarta dalam menjaga budaya baca.

Menurutnya, angka tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mempertahankan serta memperluas dampak kegiatan literasi di seluruh wilayah. Ia berharap kehadiran para pelajar dan mahasiswa dalam festival ini menjadi bukti nyata bahwa semangat membaca di Jakarta terus tumbuh.

“Secara khusus saya menaruh hormat dan harapan, mudah-mudahan acara seperti ini menumbuhkan minat baca dan intelektualitas di Jakarta. Kehadiran anak-anak SMA dan mahasiswa hari ini menunjukkan momentum literasi di Jakarta pasti akan terjaga dengan baik,” tegasnya.

Festival Pustakarsa 2025 memadukan tiga agenda utama, yakni Pameran Kearsipan, Festival Literasi Jakarta, dan Festival Sastra PDS HB Jassin. Pameran Kearsipan membawa pengunjung menjelajahi enam era Jakarta sejak tahun 1527, sementara Festival Literasi Jakarta menghadirkan bincang literasi, pameran komunitas, bazar buku murah, hingga perpustakaan keliling.

Sedangkan Festival Sastra PDS HB Jassin digelar sebagai penghormatan terhadap tokoh sastra nasional H.B. Jassin. Kegiatan ini meliputi Pameran Sastra bertajuk Ruang Sastra Bicara, Simposium Sastra Internasional, Piala H.B. Jassin, Pekan Sastra Jakarta, dan ditutup dengan Malam Anugerah Piala H.B. Jassin.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepakatan antara Arsip Nasional Republik Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta. Kerja sama ini meliputi peningkatan kualitas kearsipan, kompetensi sumber daya manusia, pelestarian arsip statis, serta kolaborasi internasional di bidang arsip.

Selain itu, acara juga diwarnai dengan pengukuhan Hani Pramono sebagai Bunda Literasi Provinsi DKI Jakarta dan Farrel Alfariza Kurniawan sebagai Duta Baca Provinsi DKI Jakarta. Keduanya diharapkan menjadi inspirator dan penggerak budaya literasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007.

Festival Pustakarsa menjadi simbol komitmen Jakarta dalam membangun kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kaya secara intelektual dan budaya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi pembaca baru yang mencintai pengetahuan dan menjaga warisan literasi kota.

Dengan semangat yang sama, Pemprov DKI bertekad menjadikan Jakarta sebagai pusat literasi dan kebudayaan modern di Asia Tenggara. Melalui kegiatan seperti Festival Pustakarsa, wajah ibu kota tidak hanya gemerlap di malam hari, tetapi juga terang oleh cahaya pengetahuan dan buku-buku yang terus dibaca warganya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.