Valentin Vacherot, Petenis Peringkat 204 Dunia, Taklukkan Sepupunya dan Raih Gelar Sensasional di Shanghai Masters

Senin, 13 Okt 2025, 06:57 WIB

SHANGHAI, TIONGKOK - Turnamen Shanghai Masters 2025 menutup pekan dengan kisah yang tak ubahnya dongeng. Petenis peringkat 204 dunia asal Monako, Valentin Vacherot, secara mengejutkan menumbangkan sepupunya sendiri, Arthur Rinderknech, untuk merebut gelar juara. Dalam laga final penuh emosi dan drama keluarga itu, Vacherot menang 4-6, 6-3, 6-3 pada hari Minggu (12/10).

Kemenangan ini bukan hanya memperlihatkan kebangkitan seorang petenis yang sebelumnya nyaris tak dikenal publik, tapi juga menulis sejarah baru: Vacherot menjadi finalis dan juara Masters 1000 berperingkat terendah sepanjang sejarah.

Ket. Foto: Valentin Vacherot dan sepupunya, Arthur Rinderknech — Sumber: AFP

“Ini seperti dongeng,” ujar Benjamin Balleret, pelatih sekaligus saudara tiri Vacherot, yang ikut mendampingi di tepi lapangan.

Final sesama keluarga antara Rinderknech, peringkat 54 dunia asal Prancis, dan Vacherot menjadi salah satu kisah paling unik dalam sejarah turnamen bergengsi ini. Bahkan, ini baru kali ketiga sepanjang sejarah ATP Masters 1000, dua pemain tak diunggulkan mampu bertemu di partai puncak.

Rinderknech yang berusia 30 tahun memulai laga dengan meyakinkan. Bermain lebih tenang di set pertama, ia memanfaatkan tiga kesalahan beruntun dari Vacherot dan merebut break pada gim ketiga lewat pukulan backhand tajam. Keunggulan itu bertahan hingga akhir set pertama yang ia menangkan 6-4.

Namun, jalan cerita berubah di set kedua. Disaksikan legenda tenis Roger Federer yang hadir di tribune utama, duel dua sepupu ini sempat berjalan imbang hingga gim kedelapan. Rinderknech sempat menyelamatkan break point lewat ace, tapi kesalahan nonteknis berikutnya membuat Vacherot berhasil mencuri servis lawannya dan memaksa set penentuan.

Momentum sepenuhnya berpihak pada Vacherot di set ketiga. Ia langsung menekan sejak awal dan mematahkan servis Rinderknech di gim pertama. Petenis berusia 26 tahun itu bermain agresif, memaksa sang sepupu untuk bertahan keras di bawah cuaca lembap Shanghai.

Rinderknech sempat menerima perawatan pada punggungnya setelah gim kelima, tanda bahwa fisiknya mulai terkuras. Ia beberapa kali lolos dari ancaman break, namun ketahanan dan determinasi Vacherot tak terbendung.

Setelah serangkaian reli panjang yang menegangkan, Vacherot kembali mematahkan servis Rinderknech pada gim kesembilan, dan langsung menutup laga dengan ekspresi tak percaya, menunduk sambil menutup wajahnya di tengah sorak-sorai penonton.

Perjalanan Vacherot di Shanghai benar-benar luar biasa. Ia datang sebagai pemain kualifikasi, tanpa ekspektasi besar, namun berhasil menyingkirkan sejumlah lawan berperingkat jauh lebih tinggi sepanjang turnamen.

Dengan kemenangan ini, Vacherot tak hanya meraih gelar terbesar dalam karirnya, tetapi juga memastikan lonjakan peringkat yang signifikan di klasemen ATP, sebuah langkah besar bagi petenis asal Monako yang sebelumnya lebih sering berlaga di turnamen level Challenger.

Sementara itu, bagi Rinderknech, kekalahan ini tentu menyakitkan, namun sulit dipungkiri bahwa final Shanghai Masters 2025 akan dikenang sebagai salah satu momen paling hangat dan tak terduga dalam sejarah tenis modern, ketika dua sepupu bertarung habis-habisan, dan dunia menyaksikan lahirnya kisah dongeng di tengah riuhnya kota Shanghai.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.