Peringatan Guardiola kepada Arteta Sebelum Gabung Arsenal

Rabu, 07 Okt 2026, 19:05 WIB

JAKARTA - Pep Guardiola pernah memberikan peringatan kepada Mikel Arteta sebelum sang pelatih memutuskan meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Arsenal pada 2019. Guardiola saat itu mengingatkan Arteta mengenai kondisi Arsenal yang tengah mengalami masa sulit setelah pergantian pelatih.

Arteta sebelumnya bekerja selama tiga tahun sebagai bagian dari staf kepelatihan Manchester City setelah pensiun sebagai pemain pada 2016. Selama periode tersebut, City meraih dua gelar Liga Premier, dua Piala Carabao, dan satu Piala FA.

Ket. Foto: Pep Guardiola pernah memberikan peringatan kepada Mikel Arteta sebelum sang pelatih memutuskan meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Arsenal pada 2019. Guardiola saat itu mengingatkan Arteta mengenai kondisi Arsenal yang tengah mengalami masa sulit setelah pergantian pelatih. — Sumber: Mirror

Namun, Arteta akhirnya memilih meninggalkan Etihad Stadium untuk mendapatkan kesempatan menjadi pelatih utama. Arsenal menjadi pilihannya ketika klub tersebut berada dalam kondisi sulit dan menempati posisi ke-10 klasemen setelah masa kepemimpinan Unai Emery berakhir dan Freddie Ljungberg menjalani periode singkat sebagai pelatih interim.

Menjelang kepindahan Arteta ke Arsenal, Guardiola menyampaikan pandangannya mengenai kondisi klub London tersebut. Ia mengakui Arsenal merupakan salah satu klub besar, tetapi tengah mengalami periode yang tidak mudah.

"Saya pikir Arsenal selalu menjadi salah satu tim terbaik dalam 20 tahun terakhir. Ketika Arsene [Wenger] mengambil alih tim, dia mengangkat klub ke level yang berbeda dan sekarang mereka sedikit kesulitan dalam beberapa tahun terakhir," kata Guardiola.

Guardiola juga menilai keputusan Arsenal mengganti pelatih maupun merekrut pemain pada dasarnya bertujuan membawa klub ke arah yang lebih baik. Meski demikian, ia ketika itu belum mengetahui apakah perubahan tersebut akan langsung menghasilkan perkembangan seperti yang diharapkan.

"Ketika klub mengambil keputusan untuk mengganti manajer atau membeli pemain, tujuannya selalu untuk menjadi lebih baik. Apakah itu akan terjadi atau tidak, saya tidak tahu. Anda tahu pendapat saya tentang Mikel. Dia adalah manusia dan pribadi yang profesional, saya tidak ragu tentang itu."

Pada akhirnya, Arteta tetap mengambil keputusan untuk menjadi pelatih Arsenal. Keputusan tersebut kemudian membawa perubahan dalam perjalanan kariernya setelah ia secara bertahap membangun kembali performa The Gunners hingga akhirnya mampu mengantarkan klub meraih gelar Liga Premier.

Kesuksesan tersebut juga membuat posisi Arteta di Arsenal semakin kuat. Pelatih asal Spanyol itu kemudian menandatangani kontrak baru dengan klub, sementara Guardiola memilih meninggalkan Manchester City pada akhir musim lalu dan mengambil waktu untuk beristirahat dari dunia sepak bola.

Meski kini menjadi rival di Liga Premier, hubungan Guardiola dan Arteta tetap terjaga. Keduanya pernah bekerja bersama di Manchester City dan saling memberikan pengaruh dalam perkembangan karier masing-masing sebagai pelatih.

Arteta pernah mengungkapkan bahwa menghadapi Guardiola sebagai lawan memberikan perasaan yang berbeda karena hubungan personal keduanya. Ia tetap menganggap Guardiola sebagai sosok penting dalam kehidupan dan perjalanan profesionalnya.

"Ini perasaan yang aneh. Saya benar-benar menginginkan yang terbaik untuknya dan ketika Anda bersaing dengan seseorang seperti ini, ada sesuatu yang muncul di antara hal itu."

Arteta juga menegaskan persaingan di lapangan tidak akan mengubah hubungan mereka. Menurutnya, keduanya tetap memiliki keinginan yang sama untuk memenangkan pertandingan dan membela klub masing-masing.

"Kami berdua ingin menang dan membela klub kami dengan cara apa pun dan itu selalu terjadi sejak hari pertama. Sejujurnya, saya lebih suka melakukannya dengan orang lain."

Guardiola pun mengakui Arteta memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan dirinya sebagai pelatih. Setelah bekerja bersama selama tiga tahun di Manchester City, keduanya kemudian menjalani perjalanan berbeda dengan Arteta sebagai pelatih Arsenal dan Guardiola sebagai manajer City.

"Saya tidak tahu apa peran saya terhadap dirinya, tetapi pengaruhnya terhadap saya sangat besar, sangat penting untuk membuat saya menjadi manajer yang lebih baik, lebih baik lagi."

Kini, keputusan Arteta meninggalkan Manchester City dan menerima tantangan di Arsenal menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Sementara itu, hubungan keduanya tetap menjadi salah satu kisah menarik di balik persaingan Arsenal dan Manchester City dalam beberapa musim terakhir.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.