Hotel Indigo Yogyakarta Siap Hadir pada 2029, Angkat Karakter Budaya Lokal

Rabu, 07 Okt 2026, 19:33 WIB

JAKARTA — IHG Hotels & Resorts memperluas jaringan hotelnya di Indonesia dengan menandatangani kerja sama pengembangan Hotel Indigo Yogyakarta bersama PT Raka Eka Makmur. Hotel lifestyle dengan 180 kamar tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2029 dan akan menjadi properti IHG pertama di Yogyakarta.

Penandatanganan kerja sama yang diumumkan pada 7 Oktober 2026 itu sekaligus memperkuat portofolio Luxury & Lifestyle IHG di Indonesia. Hotel Indigo Yogyakarta akan mengusung konsep yang mengambil inspirasi dari karakter lingkungan, budaya, serta kehidupan kreatif Yogyakarta.

Ket. Foto: Sesi foto dalam penandatanganan kerja sama IHG Hotels & Resorts dengan PT Raka Eka Makmur dalam pendirian Hotel Indigo Yogyakarta pada Rabu (7/10). Berkapasitas 180 kamar, hotel ini ditargetkan dibuka pada 2029. — Sumber: IHG

Hotel Indigo merupakan merek IHG yang mengembangkan konsep hotel berdasarkan karakteristik lingkungan di setiap destinasi. Pendekatan tersebut diterapkan melalui desain, kuliner, minuman, hingga pengalaman yang diberikan kepada tamu.

Senior Director, Development, South East Asia & Korea, IHG Hotels & Resorts, Chris Anklin, mengatakan bahwa Yogyakarta dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan konsep Hotel Indigo karena mempunyai kekayaan warisan budaya, energi kreatif, serta daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kami sangat senang dapat membawa Hotel Indigo ke Yogyakarta, destinasi yang dikenal akan kekayaan warisan budaya, energi kreatif, serta daya tarik yang kuat bagi wisatawan domestik maupun internasional,” kata Chris melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (7/10).

Menurut dia, ekspansi Hotel Indigo di Indonesia sejalan dengan strategi IHG untuk memperluas portofolio Luxury & Lifestyle ke destinasi yang memiliki karakter lokal kuat dan cerita autentik.

Yogyakarta juga dinilai memiliki posisi strategis dalam peta pariwisata Indonesia. Selain dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan dan seni, kota ini menjadi salah satu pintu gerbang menuju Borobudur yang masuk dalam daftar Destinasi Super Prioritas Indonesia.

Konektivitas udara melalui Yogyakarta International Airport turut menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek pengembangan pariwisata di kawasan tersebut.

“Posisi Yogyakarta sebagai pintu gerbang menuju Borobudur, salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas Indonesia, didukung oleh tingginya minat perjalanan serta konektivitas udara yang semakin baik melalui Yogyakarta International Airport, semakin memperkuat daya tariknya sebagai pusat pariwisata sekaligus mendukung strategi kami untuk terus berkembang di destinasi-destinasi yang memiliki daya tarik kuat,” ujar Chris.

Hotel Indigo Yogyakarta juga menandai dimulainya kemitraan IHG dengan PT Raka Eka Makmur. Kedua perusahaan menargetkan hotel tersebut tidak hanya menjadi akomodasi bagi wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang merefleksikan karakter Yogyakarta.

“Penandatanganan ini menandai dimulainya kemitraan kami dengan PT Raka Eka Makmur. Bersama-sama, kami berharap dapat menciptakan pengalaman perhotelan yang menampilkan hal-hal terbaik dari Yogyakarta sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan kota ini sebagai destinasi pariwisata,” kata Chris.

Mengangkat Karakter Yogyakarta

Hotel Indigo Yogyakarta akan memiliki 180 kamar dengan desain yang dirancang untuk merefleksikan identitas budaya dan warisan kreatif Yogyakarta.

Sejumlah fasilitas yang disiapkan mencakup restoran all-day dining, bar dan teras rooftop, kolam renang, pusat kebugaran, serta spa. Hotel ini juga akan menyediakan sekitar 740 meter persegi ruang pertemuan dan acara yang terdiri dari ballroom dan beberapa ruang rapat.

Konsep tersebut mengikuti karakter Hotel Indigo yang menempatkan lingkungan sekitar sebagai bagian penting dari pengalaman menginap. Setiap properti Hotel Indigo dirancang dengan mengambil inspirasi dari budaya lokal serta perkembangan kuliner, minuman, dan desain di kawasan tempat hotel berdiri.

Bagi Yogyakarta, pendekatan tersebut akan diterapkan dengan mengangkat unsur seni, budaya, kuliner, dan kehidupan kreatif yang menjadi bagian dari identitas kota.

Presiden Direktur PT Raka Eka Makmur, Ronny Pallar, mengatakan bahwa Yogyakarta merupakan lokasi yang sesuai dengan karakter Hotel Indigo karena memiliki warisan budaya yang kuat serta komunitas kreatif yang berkembang.

“Kami sangat senang dapat bermitra dengan IHG untuk menghadirkan Hotel Indigo di Yogyakarta. Sebagai jantung budaya Pulau Jawa, Yogyakarta dikenal akan kekayaan warisan budaya, tradisi seni, dan komunitas kreatifnya yang dinamis,” kata Ronny.

Menurut Ronny, Hotel Indigo Yogyakarta akan diarahkan menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat karakter Yogyakarta melalui seni, kuliner, dan budaya. Hotel tersebut juga diharapkan dapat mendukung wisatawan yang ingin menjelajahi sejumlah destinasi budaya dan situs Warisan Dunia UNESCO di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya, termasuk Borobudur dan Prambanan.

“Hotel ini akan menjadi pintu gerbang bagi para tamu untuk menikmati pengalaman autentik melalui seni, kuliner, dan budaya Yogyakarta, sekaligus menjadi tempat untuk menjelajahi situs Warisan Dunia UNESCO seperti Borobudur dan Prambanan,” ujar Ronny.

Ia menambahkan, kemitraan dengan IHG diharapkan dapat menghasilkan hotel yang tidak hanya menyediakan fasilitas akomodasi, tetapi juga merefleksikan karakter masyarakat dan budaya Yogyakarta.

“Bersama IHG, kami berharap dapat menciptakan hotel yang merefleksikan semangat Yogyakarta dan memberikan kesempatan kepada para tamu untuk mengenal masyarakat, budaya, serta cerita yang membuat destinasi ini begitu unik,” katanya.

Ekspansi IHG di Indonesia

Penandatanganan Hotel Indigo Yogyakarta menjadi bagian dari ekspansi IHG di pasar Indonesia. Saat ini, IHG mengoperasikan 35 hotel dari sembilan merek di Indonesia.

Selain hotel yang telah beroperasi, sebanyak 13 properti lainnya berada dalam tahap pengembangan. Khusus merek Hotel Indigo, IHG saat ini mengoperasikan tiga properti di Indonesia, sementara enam properti lainnya berada dalam tahap pengembangan di sejumlah destinasi, termasuk Bali, Jakarta, dan Lombok.

Salah satu properti Hotel Indigo yang telah beroperasi adalah Hotel Indigo Bali Seminyak Beach. Ekspansi berikutnya ke Yogyakarta melanjutkan pertumbuhan merek tersebut di pasar Indonesia, setelah sebelumnya IHG mengembangkan proyek di sejumlah destinasi lain.

Dengan pembukaan Hotel Indigo Yogyakarta yang ditargetkan pada 2029, IHG akan menambah kehadirannya di salah satu pasar pariwisata utama Indonesia. Hotel tersebut juga akan membawa pendekatan lifestyle yang menempatkan karakter lokal sebagai bagian dari pengalaman wisatawan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.