Permukaan Laut Kaspia Menyusut, Kazakhstan Hadapi Krisis Lingkungan
📅 Senin, 13 Okt 2025, 22:23 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: Istimewa
ASTANA - Masyarakat lokal dan aktivis lingkungan di Kazakhstan menyuarakan keprihatinan atas penurunan permukaan air Laut Kaspia yang mengkhawatirkan dan meningkatnya polusi, Senin (13/10).
Mereka menghubungkan krisis tersebut dengan perubahan iklim, pembangunan bendungan di sepanjang Sungai Volga, ekstraksi energi regional, dan lalu lintas laut yang padat.
Para ahli melaporkan bahwa level permukaan air Laut Kaspoa telah turun secara signifikan selama dekade terakhir, yang menyebabkan penurunan tajam keanekaragaman hayati.
Berbicara kepada Anadolu, pendiri Gerakan Ekologi Selamatkan Laut Kaspia, Vadim Ni, mengatakan bahwa laut tersebut semakin tidak bernyawa akibat pendangkalan, polusi, dan hilangnya spesies ikan.
"Sebagian besar -- sekitar 80 persen -- Laut Kaspia dialiri oleh Sungai Volga. Akibat menurunnya curah hujan, perubahan iklim dan pembangunan bendungan di sepanjang Sungai Volga, air yang mencapai Laut Kaspia tidak mencukupi. Inilah alasan utama di balik surutnya muka air laut," jelas Ni.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mencatat bahwa Laut Kaspia dulunya terkenal dengan ikan sturgeonnya, hidangan lezat yang kini telah menjadi langka.
"Anjing Laut Kaspia juga sekarat," kata Ni.
"Sekitar 2.000 anjing laut mati ditemukan di pantai Kazakhstan tiga tahun lalu, dan 2.500 lainnya terdampar di sisi Rusia. Burung-burung juga terdampak dengan cara yang sama," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyusutan dan polusi Laut Kaspia telah sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari penduduk Aktau, sebuah kota pelabuhan Kazakhstan di pesisir timur laut tersebut.
Nurziya Satimova, seorang penduduk lokal dan ibu dari dua anak, mengatakan bahwa Laut Kaspia telah menyusut secara nyata selama dekade terakhir.
"Ketika saya masih kecil, kami biasa berenang di sini, yang sekarang tidak ada airnya. Garis pantai telah bergeser ratusan meter ke belakang," katanya.
Semakin buruknya kondisi Laut Kaspia tidak hanya membuat khawatir para aktivis lingkungan dan penduduk setempat, tetapi juga menarik perhatian pemerintah Kazakhstan.
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, dalam pidatonya baru-baru ini di Sidang Umum PBB ke-80, memperingatkan bahwa penyusutan cepat Laut Kaspia bukan lagi masalah regional, melainkan alarm lingkungan global.
Krisis itu diperkirakan akan menjadi agenda utama KTT Iklim Regional PBB, yang dijadwalkan berlangsung di Astana April mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!