LRT Jakarta Fase 1B Hampir Rampung! Waskita Pastikan Jalur Velodrome–Manggarai Siap Beroperasi 2026

Senin, 13 Okt 2025, 17:32 WIB

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mempercepat pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai. Hingga awal Oktober 2025, progres pengerjaannya telah mencapai 74,37% dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang.

Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, menjelaskan bahwa saat ini fokus utama pengerjaan berada pada bagian struktur atas dan jalur rel atau trackwork. Ia memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan terus diawasi secara ketat agar dapat segera beroperasi tepat waktu.

Ket. Foto: — Sumber: LRT Jakarta

“Untuk pekerjaan di Stasiun Rawamangun sudah pada tahap finishing. Lalu di Stasiun Pramuka BPKP dan Matraman tengah melaksanakan pekerjaan arsitektur, sedangkan di Pasar Pramuka sedang pemasangan PCI girder, dan di Stasiun Manggarai dilakukan pengerjaan struktur atas,” jelas Ari dalam keterangan resmi, Sabtu (11/10/2025).

Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B ini dikerjakan oleh konsorsium KSO Waskita–Nindya LRS sebagai kontraktor utama. Konsorsium tersebut ditunjuk oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pemilik proyek melalui proses tender resmi yang melibatkan sejumlah perusahaan konstruksi besar nasional.

Proyek strategis ini mengantongi total anggaran sebesar Rp 4,1 triliun. Dana tersebut berasal dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) yang disalurkan ke PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta.

LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai diyakini menjadi proyek penting dalam meningkatkan konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta. Jalur ini akan menjadi tulang punggung baru yang menghubungkan kawasan timur kota dengan pusat transportasi besar seperti Stasiun Manggarai.

“Keberadaan LRT Jakarta Fase 1B ini akan menyempurnakan integrasi transportasi di Stasiun Manggarai. Masyarakat pun lebih mudah memilih moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Ari.

Selain memperkuat sistem transportasi massal, proyek ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi umum. Dampak positif lainnya ialah pengurangan kemacetan serta penurunan emisi karbon di kawasan padat seperti Matraman dan Pramuka.

Lintasan LRT Jakarta Fase 1B memiliki panjang total 6,4 kilometer yang membentang dari Velodrome hingga Manggarai. Jalur ini akan dilengkapi dengan lima stasiun, yaitu Stasiun Pemuda Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.

Jalur baru ini akan melengkapi LRT Jakarta Fase 1A yang telah beroperasi sejak 2019 dengan enam stasiun, yakni Stasiun Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome. Keduanya akan terhubung secara langsung, menciptakan sistem transportasi terintegrasi dari utara hingga pusat kota.

Dengan beroperasinya Fase 1B nanti, total panjang lintasan LRT Jakarta akan mencapai 12,2 kilometer dari Stasiun Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) hingga Stasiun Manggarai. Waktu tempuh antarujung jalur diperkirakan hanya sekitar 26 menit, menjadikannya pilihan efisien bagi masyarakat urban.

Waskita Karya memastikan seluruh aspek konstruksi dilakukan sesuai standar keselamatan dan kualitas internasional. Perusahaan juga berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan proyek agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Keberhasilan penyelesaian proyek LRT Jakarta Fase 1B akan menjadi tonggak penting dalam pembangunan sistem transportasi modern ibu kota. Selain memperlancar mobilitas warga, jalur ini diharapkan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota dengan infrastruktur transportasi publik yang semakin maju dan ramah lingkungan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.