Pasaman Barat Terima Bantuan 65 Ton Benih Padi dari Kementan untuk Ketahanan Pangan 2025

Minggu, 12 Okt 2025, 20:15 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat, memperoleh bantuan benih padi sebanyak 65.340 kilogram
atau 65,3 ton dari Kementerian Pertanian (Kementan) dalam upaya mendukung program ketahanan pangan pada 2025.

"Bantuan itu terdiri dari benih padi sawah oplah sebanyak 12.500 kilogram untuk luas 500 hektare, dan benih padi ladang sebanyak 52.840 kilogram di lahan 1.321 hektare," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat Afdal, di Simpang Empat, Minggu.

Ket. Foto: Pemkab Pasaman Barat saat melakukan panen raya di salah satu lahan sawah pada kelompok tani di daerah itu, — Sumber: Antara Foto

Menurutnya, bantuan benih itu nanti akan diserahkan kepala kelompok tani yang tersebar di 11 kecamatan yang ada.

"Benihnya merupakan benih unggul yang diharapkan nanti meningkatkan produksi padi," katanya pula.

Selain benih padi, sejumlah bantuan dari Kementan untuk mendukung swasembada pangan melalui Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) Tahun 2025 juga diperoleh.

Dia mengatakan adapun bantuan yang diperoleh itu adalah kegiatan bantuan sarana produksi tanaman pangan berupa bantuan sarana produksi (saprodi) benih jagung seluas 1.500 hektare di 11 kecamatan, bantuan saprodi benih dan pestisida padi lahan kering seluas 1.321 hektare untuk tujuh kecamatan, dan bantuan saprodi benih padi sawah berupa kegiatan optimalisasi lahan (oplah) non rawa di lima kecamatan seluas 500 hektare pada 18 kelompok tani.

Lalu, bantuan pekarangan pangan bergizi (P2B) dalam rangka mendukung kegiatan Makan Bergizi Gratis berupa P2B komoditas sayuran di tiga nagari induk di Kecamatan Pasaman pada 15 kelompok wanita tani (KWT), P2B komoditas ubi jalar di tiga nagari induk pada tiga KWT di Kecamatan Pasaman.

Kemudian kegiatan optimalisasi lahan (oplah) non rawa berupa bantuan jaringan irigasi di lima kecamatan sebanyak 18 kelompok tani seluas 500 hektare dan bantuan olah lahan optimalisasi di 5 kecamatan itu seluas 500 hektare di 18 poktan.

"Kegiatan optimalisasi lahan ini sudah mulai berjalan sebagai bentuk upaya meningkatkan produksi padi," katanya pula.

Pihaknya juga memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen dan alsintan pascapanen tanaman pangan berupa hand sprayer elektrik sebanyak 32 unit, pompa air empat unit.

Traktor roda dua sebanyak dua unit, traktor foda empat sebanyak satu unit, combine harvester besar (CHB) dan alat mesin panen padi sawah sebanyak satu unit.

"Satuan kerja di pusat dan daerah membantu mendistribusikan ke penerima manfaat atau kelompok tani. Untuk sebagian bantuan masih dalam proses di pusat untuk didistribusikan ke daerah," ujarnya.

Hingga bulan September, Pemkab Pasaman Barat mencatat produksi padi di daerah itu mencapai 54.397 ton gabah kering panen. Dari jumlah panen 54.397 ton itu, yang berada di lahan tanam seluas 8.794 hektare.

Pihaknya menargetkan jumlah tanam padi selama 2025 seluas 20.321 hektare.

Dalam upaya peningkatan produksi, katanya lagi, berupa intensifikasi dan ekstensifikasi yang dilakukan dalam mendukung ketahanan pangan di daerah itu.

Upaya intensifikasi dilakukan dengan optimalisasi lahan yang ada berupa memperbaiki indeks pertanaman, memperkuat sumber daya manusia dan mengubah pola pemanfaatan sumber daya yang ada.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.