Wamen Isyana Kunjungi Ibu Hamil di Pelosok Aceh, Beri Bantuan Jamban dan Sanitasi
📅 Sabtu, 11 Okt 2025, 07:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Kemendukbangga
ACEH BESAR — Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengunjungi Ibu Hamil KEK (Kurang Energi Kronis) yang masuk ke dalam Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di pelosok Aceh.
Kunjungan Wamen Isyana ke Gampong Siron Blang, Kecamatan Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (7/10) itu dalam rangka pemberian bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) jamban sehat hasil kerjasama Kemendukbangga/BKKBN dengan Orang Tua Asuh (OTA) Bank Syariah Indonesia (BSI).
Wamen Isyana meletakkan batu pertama pembangunan jamban dan sanitasi dalam program ini. Ia didampingi Direktur Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan Kemendukbangga/BKKBN, Mahyuzar, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A Jalil, perwakilan Kodam Iskandar Muda, Baitul Mal, dan perwakilan BSI.
Adalah Nurlaila (28 tahun), ibu hamil dengan kondisi KEK yang dikunjungi Wamen Isyana. Ia bersama suami dan dua anaknya tinggal di rumah yang hanya berukuran 6x4,5 meter, berdinding papan, dan tidak memiliki jamban.
Nurlaila dalam kondisi hamil besar, sehingga sangat sulit mengakses jamban dan sumur milik bersama yang dibangun pada 2019, karena harus menuruni akses jalan yang cukup curam. Jamban umum dan sumur tersebut kedalamannya sekitar 13 meter dan menjadi sumber air bersih bagi tujuh kepala keluarga di desa tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan tersebut, Wamen Isyana menyampaikan edukasi langsung kepada suami Nurlaila, Syariful Anwar yang tidak lulus SMA dan hanya bekerja sebagai pedagang ikan keliling untuk memberi makanan bergizi kepada Nurlaila dan dua anaknya.
Dengan asupan itu diharapkananak dan istri Syariful yang lagi hamil tumbuh sehat dan anak yang dilahirkanterbebas dari stunting, karena mendapat asupan gizi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Ibu sedang hamil, tidak lama lagi akan melahirkan, jadi bapak harus mendampingi dan memantau kesehatan ibu, juga memberi makanan bergizi kepada ibu anak," kata Isyana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seribu HPK adalah periode kritis dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang sangat penting untuk mencegah stunting (gagal tumbuh) akibat kekurangan gizi kronis, infeksi, dan pengasuhan yang tidak tepat selama periode ini.
Intervensi pada 1.000 HPK meliputi pemenuhan gizi ibu hamil dan anak melalui ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bergizi, suplementasi vitamin dan zat besi, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu.
Sementara itu, untuk akses air bersih Nurlaila masih menggunakan air isi ulang untuk di konsumsi dan masak. Mengingat air dari sumur yang ada di desa tersebut keruh dan tidak layak dikonsumsi.
Edukasi Pencegahan Stunting
Kunjungan Wamen Isyana ke tempat itu untuk mengedukasi pencegahan stunting. Wamen juga ingin memastikan masyarakat di desa ini memahami pencegahan stunting. Tidak hanya dari makanan bergizi tetapi juga dari pemilikan jamban sehat, air bersih layak konsumsi, dan sanitasi lingkungan," kataIsyana.
Jamban penting untuk intervensi stunting karena selain kekurangan nutrisi, sanitasi yang buruk dapat menjadi salah satu penyebab stunting melalui penyebaran penyakit infeksi yang mengganggu pencernaan dan penyerapan gizi anak dan ibu hamil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!