DLH Bantul Memberdayakan Masyarakat dalam Mengelola Sampah Plastik

Kamis, 09 Okt 2025, 23:15 WIB

Bantul - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah sistem Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) di Caturharjo sebagai upaya memberdayakan masyarakat dalam pengolahan sampah plastik.

"Harapannya, dengan sarana ini, masalah sampah khususnya plastik, bisa semakin terurai. Masyarakat juga diberdayakan agar mendapatkan nilai ekonomi dari pengolahan sampah," kata Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho usai peresmian TPS3R di Caturharjo, Bantul, Kamis.

Ket. Foto: Pengolahan sampah sistem Reduce Reuse dan Recycle di TPS Kelurahan Caturharjo Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamis (9/10/2025). — Sumber: Antara

Menurut dia, teknologi yang digunakan dalam sarana pengolahan sampah TPS3R Caturharjo tidak rumit, dan dengan menggunakan peralatan sederhana, sehingga masyarakat bisa melakukan pengolahan mandiri yang berkelanjutan.

"Sampah plastik bukan persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Dengan alat sederhana pun bisa diolah dan dimanfaatkan kembali," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, konsep TPS3R di tingkat kelurahan Caturharjo ini akan terus dikembangkan di wilayah Bantul lainnya agar pengelolaan sampah terutama sampah rumah tangga bisa dilakukan sejak dari sumber sampah tersebut.

"Kita ingin persoalan sampah selesai di tingkat lokal, tidak semua harus dikirim ke TPA (tempat pembuangan akhir). Apalagi kalau dikelola di tingkat kelurahan seperti ini, manfaatnya langsung dirasakan warga," katanya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, selain gerakan pilah sampah dan kelola sampah dari rumah, gebrakan lain yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantul adalah membangun sejumlah tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di beberapa titik.

Selain itu, menyuburkan keberadaan rumah kumpul sampah (RKS), mendorong tempat pengelolaan sampah tiap kelurahan, percepat pembangunan TPST di Modalan maupun Dingkikan, hingga pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran.

"Saat ini dari produksi 100 ton sampah, yang berhasil kami kelola sekitar 62,75 ton per hari. Artinya, masih ada 37,25 ton sampah yang belum teratasi. Ini terus kita upayakan demi meningkatkan derajat kesehatan dan lingkungan yang bersih di Bantul," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Pemprov Jabar Bersama TNI-Polri dan Masyarakat Bertekad Perkuat Komitmen Keamanan

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara 

UOB Perkuat Segmen Nasabah Premium dengan Peningkatan Manfaat Kartu Visa

Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

DPRD Kota Bandung: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Hadapi Berbagai Tantangan

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Terus Bertambah! Gempa Dahsyat Flores akibatkan 33 Orang Meninggal

Warga Prancis Dievakuasi dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter bakal Dibentangkan di Gunung Dempo

Ratusan Pendaki Bakal Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Tim SAR Evakuasi Tiga Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa NTT

HUT RI, Masuk Ancol Gratis Tanggal 17 Agustus 2026, Buruan Reservasi, Kuota Terbatas!

Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Tewas di Perairan Balikpapan

Kodam Udayana Bantu Evakuasi Warga NTT Terdampak Gempa M7,7

Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Bentuk Command Center & Kerahkan Personel

Badan Geologi: Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

BTS Makin Populer di Amerika, Capai Rekor Tertinggi 46% Menurut Survei

PU Kerahkan Alat Berat, Pastikan Akses Jalan NTT Tetap Terbuka Pasca Gempa 7,7 Magnitudo

Apresiasi Puan soal RUU Perampasan Aset, Hardjuno: Partisipasi Publik Perkuat Legitimasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.