Salah Ingin Akhiri Paceklik Gol Saat Mesir Bidik Tiket Piala Dunia 2026

Rabu, 08 Okt 2025, 08:06 WIB

JOHANNESBURG, AFRIKA SELATAN - Mohamed Salah bertekad mengakhiri awal musim yang lesu bersama Liverpool dengan membantu Mesir mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 saat menghadapi Djibouti, Rabu (9/10) waktu setempat.

Kemenangan atas tim peringkat rendah tersebut akan memastikan Mesir, juara Afrika tujuh kali, lolos dari Grup A kualifikasi zona Afrika dengan satu laga tersisa, unggul tak terkejar dari Burkina Faso di posisi kedua.

Ket. Foto: Mohamed Salah. — Sumber: AFP

Namun, performa Salah musim ini di Premier League belum seperti biasanya. Penyerang berusia 33 tahun itu baru mencetak tiga gol dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi, jauh menurun dibanding musim lalu ketika ia menorehkan 29 gol dari 38 laga liga dan meraih Golden Boot saat Liverpool merebut gelar ke-20 mereka.

Salah punya kenangan manis melawan Djibouti. Dalam pertemuan pertama dua tahun lalu di Kairo, ia mencetak empat gol dalam kemenangan telak 6-0 pada babak awal kualifikasi. Kini, tambahan tiga gol berikutnya membuat koleksinya mencapai tujuh gol, hanya terpaut satu dari pencetak gol terbanyak sementara, Denis Bouanga (Gabon).

Djibouti sendiri akan menghadapi situasi sulit karena tidak memiliki stadion yang memenuhi standar FIFA, sehingga laga “kandang” mereka melawan Mesir harus digelar di Casablanca, Maroko.

Rekan setim Salah di lini depan, Mostafa Mohamed dari klub Prancis FC Nantes, yakin sang kapten tim akan segera kembali ke performa terbaiknya. “Mo adalah bintang besar, dan kami beruntung memilikinya. Ia pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Mesir,” ujar Mostafa kepada situs resmi FIFA. “Ia luar biasa, baik sebagai pemain maupun pribadi. Saya sangat mengaguminya.”

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, memiliki banyak pilihan di lini serang selain Salah dan Mostafa. Ia bisa menurunkan Omar Marmoush, Mahmoud “Trezeguet” Hassan, atau Ahmed “Zizo” Sayed. Dengan kekuatan tersebut, sulit membayangkan Mesir gagal mengatasi Djibouti yang telah kalah dalam tujuh dari delapan pertandingan kualifikasi dan terpaut 158 peringkat dari mereka di klasemen FIFA.

Sementara itu, dua negara lain, Aljazair dan Tanjung Verde, juga berpeluang mengamankan tiket ke putaran final jika meraih kemenangan pada matchday ke-9. Mereka bisa menyusul Maroko dan Tunisia, dua wakil Afrika Utara yang sudah memastikan tempat di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara dan Tengah.

Aljazair memiliki kans besar karena akan menghadapi Somalia yang menempati posisi jauh di bawah mereka dalam ranking FIFA. Menariknya, laga tersebut digelar di kota Oran, karena alasan keamanan membuat Somalia tak bisa bermain di Mogadishu.

Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, memanggil nama baru yang menarik perhatian: Luca Zidane, kiper klub Spanyol Granada sekaligus putra legenda Prancis Zinedine Zidane. Luca memilih membela Aljazair karena kedua kakek-neneknya berasal dari negara tersebut, meski sebelumnya pernah memperkuat timnas Prancis kelompok usia muda.

Bagi Aljazair, ini menjadi kesempatan untuk tampil kelima kalinya di Piala Dunia, sementara Tanjung Verde, negara kepulauan berpenduduk sekitar 550.000 jiwa di lepas pantai barat Afrika, berpeluang mencetak sejarah dengan lolos untuk pertama kalinya. Mereka akan menghadapi Libya di Tripoli, dan jika gagal, masih punya kesempatan kedua saat menjamu Eswatini pada laga terakhir Grup D.

Selain itu, Ghana, Senegal, dan Pantai Gading juga bisa memastikan tiket lebih awal jika meraih kemenangan dan hasil di grup lain berpihak pada mereka.

Namun, bagi tim yang gagal menjuarai grup, peluang belum sepenuhnya tertutup. Empat runner-up terbaik akan melaju ke babak play-off Afrika pada November. Pemenangnya kemudian akan melangkah ke intercontinental play-off Maret mendatang untuk memperebutkan tempat tersisa di Piala Dunia 2026.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.