Para Pemain Timnas Indonesia Harus Tegar Menghadapi Arab Saudi

Selasa, 07 Okt 2025, 12:54 WIB

JAKARTA – Saat ini para tim pelatih fokus mempersiapkan timnas Indonesia untuk menghadapi laga krusial melawan Arab besok. Pelatih Patrick Kluivert ingin timnya bermain tegar di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia demi mendapatkan satu tiket lolos otomatis ke putaran final yang dimainkan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Indonesia akan melakoni dua laga putaran keempat babak kualifikasi pekan ini di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, dengan menghadapi tuan rumah Arab Saudi pada Kamis (9/10) pukul 00.15 WIB dan dilanjutkan dengan melawan Irak pada Minggu (12/10) pukul 02.30 WIB.

Ket. Foto: timnas relaksasi — Sumber: ist

“Anda mempersiapkan mereka, tapi hari itu sendiri, eksekusinya harus bagus, bola mati, penguasaan bola, kehilangan bola, semuanya harus sempurna, karena kita tinggal 180 menit lagi menuju Piala Dunia, jadi tujuan kita adalah melakukan yang terbaik dan lolos,” kata Kluivert dalam video yang dikirimkan PSSI di Jakarta, Selasa.

Di pertandingan nanti, Indonesia berkekuatan 29 pemain, empat di antaranya adalah kiper, sedangkan sisanya adalah outfield player. Dari daftar pemain yang sudah diumumkan Kluivert, hanya Emil Audero yang tak bisa tampil karena cedera.

Emil, mendapatkan cederanya saat membela timnya Cremonese dalam lanjutan Liga Italia melawan Como pada akhir September lalu. Cedera ini membuat Kluivert memasukkan dua nama kiper baru, yaitu kiper Borneo FC Nadeo Argawinata dan kiper PSM Makassar Reza Arya.

“Kami punya Ernando. Jadi terlindungi dengan baik. Tentu saja, kita kehilangan ketika tahu bahwa Emil (Audero Mulyadi) mengalami robekan kecil di bagian betisnya,” ucap Kluivert.

Dari babak ini, hanya dua tim yang lolos langsung ke Piala Dunia 2026 dari dua grup yang ada. Tim yang finis di tempat kedua akan melaju ke putaran kelima, sementara yang menghuni tempat ketiga akan langsung gugur.

Protes PSSI Tak Digubris

Sementara itu, protes wasit yang memimpin Indonesia melawan Arab dari Kuwait, tak digubris FIFA atau AFC. Instagram resmi The Asean Football yang kerap mengabarkan berita-berita sepak bola di Asia Tenggara melaporkan bahwa FIFA dan AFC menolak protes PSSI terhadap wasit asal Kuwait Ahmed Al-Ali yang dijadwalkan memimpin laga timnas Indonesia melawan Arab Saudi di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

PSSI, sebelumnya melayangkan protes kepada FIFA dan AFC untuk mengganti wasit di pertandingan itu karena berasal dari negara regional yang sama seperti Arab Saudi. Protes ini dilakukan karena PSSI khawatir penunjukan wasit ini akan membuat jalannya laga tidak adil dan berat sebelah.

“FIFA dan AFC secara resmi menolak usulan PSSI untuk mengganti wasit Kuwait Ahmad Al-Ali dengan wasit netral untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Putaran 4 Asia antara Arab Saudi dan Indonesia pada 8 Oktober 2025,” tulis The ASEAN Football, Selasa.

Nantinya, Al-Ali akan memimpin laga timnas Indonesia untuk kedua kalinya setelah pada Juni 2021, saat tim Garuda menelan kekalahan 0-4 dari Vietnam dalam laga putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022. “Wasit Ahmed Al-Ali sebelumnya pernah memimpin pertandingan Indonesia saat kalah 0-4 dari Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2022,” tambah The ASEAN Football.

Selain Ahmed Al-Ali sebagai wasit utama, ada lima wasit lainnya yang berasal dari Kuwait. Mereka Abdul Hadi Al-Anzi sebagai asisten wasit 1 dan Ahmed Abbas sebagai asisten wasit 2. Ammar Ashkanani ditunjuk sebagai wasit keempat atau wasit cadangan, sementara Abdullah Jamali bertugas sebagai wasit Video Assistant Referee (VAR) dan Abdullah Al-Kandari sebagai asisten wasit VAR.

Pada 16 September, Ketua Umum PSSI Erick Thohir berharap wasit yang memimpin pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi bukan dari regional yang sama, termasuk dari Timur Tengah. Ia ingin wasit dari tempat yang lebih netral, seperti dari Australia, Jepang, atau bahkan dari Eropa.

Sementara itu, salah satu pemain timnas Indonesia Jordi Amat berharap wasit yang memimpin pertandingan nanti dapat berlaku adil. “Saya harap wasitnya akan adil. Saya percaya kepada FIFA. Mari berharap kami dapat bermain bagus. Ini semua mengenai performa. Kita berharap bahwa kami, Indonesia, dapat bermain lebih baik daripada mereka dan kami dapat lolos ke Piala Dunia,” tutur Jordi pada pekan lalu.

Adapun, masih berkaitan dengan Kuwait, negara Timur Tengah ini sebelumnya juga mendadak membatalkan uji coba tanpa alasan yang jelas dengan Indonesia di Surabaya yang semestinya berlangsung pada 5 September. Namun, beberapa hari kemudian mereka melakukan uji tanding melawan Suriah di Qatar pada 8 September, yang berakhir 2-2.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.