Suntikan Dana Rp13 Triliun dari Bank Dunia, Desa-Desa Indonesia Siap Naik Kelas!

Senin, 06 Okt 2025, 21:35 WIB

JAKARTA – Bank Dunia memberikan fasilitasi pendanaan sebagai langkah strategis untuk mempercepat transformasi desa maju menjadi desa mandiri.

Dukungan ini tak sekadar soal dana, tapi juga pendampingan teknis dan penguatan kapasitas agar pembangunan di tingkat lokal bisa lebih berkelanjutan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pengunjung swafoto di kawasan wisata Mandiri Sayang Kaak yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Hangjuang di Desa Handap Heurang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA JABAR/Adeng Bustomi

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga internasional, program ini diharapkan mampu menciptakan desa yang lebih produktif, berdaya saing, serta mandiri secara ekonomi dan social.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkapkan bahwa World Bank (Bank Dunia) akan memberikan dukungan terhadap program Kementerian Desa PDT dengan fasilitasi pendanaan 800 juta dolar AS (sekitar Rp13 triliun) untuk mendukung peningkatan kelas 15 ribu desa maju menjadi desa mandiri.

Dia mengungkapkan perkiraan alokasi dana yang diberikan sebesar Rp550 juta per desa untuk total 15 ribu desa.

“Kita akan menyasar desa-desa yang kita ingin geser dari desa maju menjadi desa mandiri. Jadi desa maju sekarang itu ada 23 ribu, nah itu kita mau geser 15 ribu-nya menjadi desa mandiri,” ujarnya seusai bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (6/10).

Mengingat adanya keterbatasan dana murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), lanjutnya, maka Kementerian Desa dan PDT akan mengajak Bank Dunia sebagai salah satu pihak yang memberikan dukungan pendanaan.

Dia menyampaikan bahwa Bank Dunia sudah siap mendukung, sehingga selanjutnya dibutuhkan persiapan secara teknis. Salah satu persiapan teknis yang telah dilaksanakan adalah pendampingan dari Bappenas melalui pertemuan Senin ini.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan Kepala Bappenas, pemerintah optimistis kerja sama antara Kemendes PDT dengan Bank Dunia akan berjalan per awal tahun 2026, jika tidak ada hambatan, dengan jangka waktu lima tahun.

Pendanaan itu di antaranya dialokasikan untuk mendukung beberapa program unggulan Kemendes PDT, seperti swasembada pangan hingga ekonomi hijau.

“Jadi misalkan desa-desa tematik yang kita buat, kemudian pusat-pusat produksi, ini ujungnya sebenarnya untuk MBG (Makan Bergizi Gratis) juga. Untuk Makan Bergizi Gratis, persiapan untuk bahan bakunya. Kemudian juga untuk koperasi desa Merah Putih. Artinya, putaran ekonomi ini akan memperkuat perekonomian di desa. Jadi intervensinya ke arah sana nanti,” ucap Yandri.

Adapun kehadiran dirinya bertemu Rachmat Pambudy atas dasar keharusan menginformasikan rencana pelaksanaan program strategis nasional kepada Bappenas.

“Semua program strategis nasional atau program yang akan dilaksanakan oleh kementerian dan lembaga, memang awal dan muaranya di sini (Bappenas) dulu, biar menjadi ter-register,” kata dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.