Hamas Siap Akhiri Perang Gaza, Sepakati Rencana Perdamaian Trump dan Pertukaran Tahanan dengan Israel

Minggu, 05 Okt 2025, 19:15 WIB

JAKARTA — Seorang pejabat senior Hamas pada Minggu (5/10/2025) mengungkapkan bahwa kelompok militan Palestina itu siap mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza. Hamas juga menegaskan kesediaannya melaksanakan pertukaran tahanan dengan Israel sebagai bagian dari rencana perdamaian yang kini sedang dibahas di Mesir.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya diplomatik intensif yang melibatkan negosiator dari kedua pihak. Para perwakilan Hamas dan Israel dijadwalkan melangsungkan pembicaraan di Kairo dan Sharm el-Sheikh untuk menyelesaikan rincian akhir dari kesepakatan perdamaian yang difasilitasi Mesir.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

“Hamas sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan segera memulai proses pertukaran tahanan sesuai dengan kondisi lapangan,” ujar pejabat Hamas tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara secara publik.

Ia menambahkan, pihaknya berharap Israel memiliki itikad baik dalam menjalankan kesepakatan yang dirancang Presiden AS Donald Trump. “Pendudukan tidak boleh menghalangi pelaksanaan rencana Presiden Trump. Jika pendudukan memiliki niat tulus untuk mencapai kesepakatan, Hamas siap,” katanya.

Menurut sumber Palestina yang dekat dengan Hamas, kedua delegasi akan berada di gedung yang sama selama pembicaraan berlangsung. Namun, negosiasi dilakukan secara tidak langsung dan tertutup dari pantauan media untuk menjaga kerahasiaan proses.

“Negosiasi ini bertujuan untuk membahas jadwal dan persiapan kondisi lapangan bagi pemindahan tawanan yang ditahan di Gaza sebagai langkah awal menuju pertukaran tahanan,” ungkap sumber tersebut.

Hamas dalam komunikasi dengan mediator juga menuntut agar Israel menghentikan seluruh operasi militer di Jalur Gaza. “Israel harus menghentikan aktivitas udara, pengintaian, dan penggunaan pesawat tak berawak, serta menarik pasukannya dari Kota Gaza,” jelas sumber itu.

Sebagai imbalannya, Hamas menyatakan siap menghentikan semua bentuk perlawanan bersenjata jika Israel juga melakukan hal serupa. “Seiring dengan penghentian aktivitas militer Israel, Hamas dan faksi-faksi perlawanan juga akan menghentikan operasi dan tindakan militer mereka,” tambahnya.

Selain membahas penghentian perang, negosiasi juga akan menyentuh soal peta penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza. Dokumen tersebut akan mencakup rute dan jadwal penarikan yang diselaraskan dengan tahapan pertukaran tahanan antar kedua pihak.

Delegasi Hamas disebut telah menyiapkan daftar tahanan Palestina yang mereka tuntut agar dibebaskan oleh Israel. “Delegasi Hamas juga akan menyampaikan daftar tahanan Palestina yang harus dibebaskan sebagai imbalan atas tawanan Israel,” kata pejabat itu.

Rencana perdamaian yang disusun oleh Presiden Donald Trump menjadi dasar utama perundingan ini. Berdasarkan rancangan tersebut, Israel diperkirakan akan membebaskan 250 tahanan Palestina dengan hukuman seumur hidup, serta lebih dari 1.700 tahanan lainnya yang ditangkap di Jalur Gaza setelah 7 Oktober 2023.

Tanggal itu menjadi titik awal perang yang telah menghancurkan sebagian besar Gaza dan menewaskan puluhan ribu orang. Serangan mendadak Hamas ke wilayah Israel kala itu memicu operasi militer besar-besaran yang masih berlangsung hingga kini.

Jika kesepakatan di Mesir berhasil tercapai, maka ini akan menjadi langkah paling signifikan menuju berakhirnya konflik berdarah antara Hamas dan Israel dalam hampir dua tahun terakhir. Kesepakatan ini juga diharapkan menjadi awal dari stabilitas baru di kawasan Timur Tengah yang selama ini dilanda kekerasan berkepanjangan.

  • Hamas
  • Konflik Israel-Palestina
  • perang gaza

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.