- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hamas Bahas Rencana Damai ...
Hamas Bahas Rencana Damai Donald Trump Bersama Qatar dan Turki, Perang Gaza Bisa Segera Berakhir
Selasa, 30 Sep 2025, 21:52 WIBDOHA -Â Hamas tengah membahas rencana damai Presiden AS Donald Trump bersama perwakilan Qatar dan Turki untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengatakan diskusi berlangsung hingga larut malam dan fokus pada gencatan senjata serta pembebasan sandera dalam 72 jam, sambil membahas pembentukan pemerintahan teknokratis di Gaza yang diawasi badan internasional.
Sebelumnya pada Senin (29/9), Trump mengumumkan rencana 20 poin untuk menyelesaikan konflik Gaza. Proposal tersebut antara lain menyerukan gencatan senjata segera dan pembebasan sandera dalam waktu 72 jam.
Rencana tersebut juga menetapkan bahwa Hamas dan "kelompok lain" harus meninggalkan keterlibatan mereka dalam pemerintahan Gaza, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Daerah kantong Palestina itu akan diperintah oleh "komite Palestina yang teknokratis dan apolitis" yang diawasi oleh badan internasional yang dipimpin oleh Trump.
"Diskusi mengenai proposal gencatan senjata Trump dengan delegasi Hamas masih berlangsung, berlanjut hingga larut malam kemarin dan akan berlanjut hari ini. Delegasi Turki telah bergabung dalam negosiasi," ujar Al-Ansari kepada wartawan.
Doha sangat menghargai komitmen AS untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, ujar juru bicara tersebut, seraya menambahkan bahwa rencana Trump menyajikan visi komprehensif terkait isu ini untuk segera menghentikan aksi militer Israel.
Dalam mengomentari janji Israel untuk tidak melanggar kedaulatan Qatar lagi, juru bicara tersebut mengatakan bahwa Doha puas dengan janji tersebut, yang juga disertai dengan ucapan permintaan maaf dari Tel Aviv.
Sebelumnya pada 9 September, Israel menyerang sebuah kompleks permukiman di Doha, menewaskan lima anggota Hamas saat mereka sedang membahas usulan AS untuk mengakhiri perang di Gaza, di mana hampir 65.200 warga Palestina telah tewas sejak Oktober 2023.
Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah tersebut.
Sambut Baik Rencana Trump
Sementara itu, Palestina menyambut baik upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung di Gaza, serta menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja sama dengan Washington dan pihak-pihak terkait lainnya guna mencapai perdamaian.
âNegara Palestina menyambut baik upaya tulus dan penuh tekad Presiden Donald J. Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan menegaskan keyakinannya atas kemampuannya untuk menemukan jalan menuju perdamaian,â demikian pernyataan kepresidenan yang dikutip oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Kepresidenan Palestina menekankan pentingnya kemitraan dengan Washington dalam mencapai perdamaian regional dan memperbarui âkomitmen bersama untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat, negara-negara di kawasan, dan mitra untuk mengakhiri perang di Gaza melalui perjanjian yang komprehensif.â
Menurut pernyataan tersebut, diperlukan kesepakatan komprehensif untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang memadai ke Gaza, pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina, pembentukan mekanisme untuk melindungi rakyat Palestina.
- donald trump
- qatar
- israel
- turki
- hamas
- perang gaza
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
AS Harus Luncurkan 7.800 Satelit Demi Wujudkan Ambisi Golden Dome
-
Sapi "Mbah Iran" Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden, Peternak Bantul Semringah!
-
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian Alami Penurunan pada Sabtu Pagi Ini
-
Donald Trump Ikut Buka Suara! Hukuman Balogun Mendadak Dicabut FIFA Sebelum Babak 16 Besar
-
Uji Ketahanan dan Fisik Prajurit, Lanud Sjamsudin Noor Gelar Garjas Semester I Tahun 2026.
-
Korsel Desak Trump Pimpin Penyelesaian Damai dengan Korut
-
Trump Ancam Pungut Tarif 100 Persen Imbas Pajak Jasa Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.