Peringati Hari Batik Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Batik Bukan Hanya Warisan, Tapi Masa Depan Ekonomi.

Kamis, 02 Okt 2025, 20:32 WIB

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan Hari Batik yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober bukan hanya sebagai perayaan tradisi tapi juga momentum strategis untuk mengangkat batik sebagai kekuatan ekonomi kreatif nasional.

"Ini saatnya kita tidak hanya memakai batik, tapi juga mendukung para pegiat ekraf, para pembatik-pembatik lokal yang menjaga dan mengembangkan warisan ini," kata Irene kepada ANTARA, Kamis.

Ket. Foto: Dengan mengenakan batik Ketua MPR Ahmad Muzani (tengah) bersama Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (kanan) dan Abcandra Akbar Supratman (kiri) bersalaman dengan anggota DPR saat pada Rapat Paripurna Khusus, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/10). Rapat Paripurna Khusus bertepatan dengan Hari Batik Nasional. — Sumber: Koran Jakarta/M.Fachri

Menurut Irene, Hari Batik yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2009 sebagai momen penting untuk merayakan warisan budaya yang indah secara estetika, juga kaya makna.

Selain itu, batik juga memiliki kontribusi yang signifikan dalam ekosistem ekonomi kreatif, khususnya di subsektor fesyen, yang turut menyumbang PDB ekonomi kreatif Indonesia.

Irene menyebut industri batik telah banyak menyerap ratusan ribu tenaga kerja, terutama di sektor UMKM, dan menjadi salah satu produk ekspor unggulan yang menjangkau berbagai pasar internasional.

"Selain nilai ekonominya, batik juga memainkan peran strategis dalam diplomasi budaya. Lewat batik, Indonesia tidak hanya menjual produk, tapi juga cerita, filosofi, dan nilai-nilai luhur yang memperkuat posisi kita di kancah global," katanya.

Untuk menambah nilai jual dan bersaing di industri fashion global, Kemenekraf mendorong para perajin dan desainer untuk mengembangkan inovasi dalam desain dan diversifikasi produk batik agar relevan dengan pasar global tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Irene mengatakan Kementerian Ekraf terus memperkuat pelatihan bagi para pegiat ekraf, termasuk dalam hal digital marketing, branding, hingga packaging agar kualitas penjualan batik di setiap daerah bisa meningkat.

Pemerintah juga akan mendorong akses pembiayaan dan platform distribusi juga termasuk kerja sama dengan marketplace dan event internasional untuk melebarkan potensi pasar batik.

"Kami percaya, dengan kombinasi antara kearifan lokal dan pendekatan modern, produk batik bisa naik kelas dan lebih kompetitif di pasar dunia," tutup Irene.

  • Hari Batik Nasional 2025

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.