Grand Syekh Al Azhar Sampaikan Duka Atas Tragedi Bangunan Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Kamis, 02 Okt 2025, 12:37 WIBJAKARTA - Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyampaikan duka atas tragedi bangunan ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menimbulkan korban jiwa.
"MHM menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada pimpinan dan rakyat Indonesia, serta kepada keluarga korban dari insiden yang memilukan ini," ujar Pemimpin MHM sekaligus Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al-Tayeb dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/10).
Imam Besar Al-Tayeb menyatakan solidaritasnya kepada masyarakat Indonesia atas korban bangunan ambruk tersebut.
Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah korban meninggal dan dan luka-luka, bahkan masih ada beberapa santri yang terjebak di bawah reruntuhan.
Ahmed Al-Tayeb mendoakan semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) mengampuni para santri yang meninggal dan menganugerahkan mereka kedamaian abadi di surga.
Majelis Hukama juga mendoakan keluarga dan orang-orang terkasih dari para korban diberikan kesabaran dan penghiburan.
"MHM berharap upaya penyelamatan para santri yang masih terjebak dalam reruntuhan berjalan lancar, dan para korban luka bisa segera pulih," kata dia.
Sekitar 59 orang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan pondok pesantren (Ponpes) Al-Khoziny yang ambruk di Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin (29/9).
"Data yang diperbarui Rabu pukul 23.00 (16.00 GMT) menunjukkan 59 orang masih terjebak di bawah reruntuhan," ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam sebuah pernyataan, Kamis (2/10).
Ia mengatakan data tersebut terus berkembang karena beberapa korban selamat dari insiden tersebut belum melapor.
Angka tersebut berdasarkan daftar hadir yang dirilis oleh ponpes yang tiba-tiba ambruk saat para siswa melaksanakan salat Ashar, dan menewaskan sedikitnya lima orang.
Tim penyelamat mengeluarkan lima orang yang selamat dari reruntuhan pada hari Rabu. Orang tua yang panik menuntut upaya yang lebih keras untuk menemukan puluhan anak yang diyakini masih terjebak.
Investigasi atas penyebab keruntuhan masih berlangsung, namun para ahli mengatakan tanda-tanda awal menunjukkan konstruksi di bawah standar.
Basarnas mengungkapkan kondisi sejumlah santri yang masih tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Ponpes Al-Khoziny semakin kritis karena posisi tubuh mereka kian terhimpit beton.
âKami menemukan satu korban masih bisa merespons suara, tetapi posisinya sudah sangat sempit. Bordes bangunan yang runtuh turun signifikan 10â12 sentimeter, sehingga ruang gerak korban semakin terbatas,â kata Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas, Emi Freezer, dalam siaran konferensi pers yang diterima di Jakarta, Selasa (2/10).
Di hadapan puluhan pewarta di tenda media center darurat itu, Emi menjelaskan pola runtuhan bangunan berbentuk âpancake collapseâ menyulitkan tim SAR untuk menembus ruang sempit di antara kolom utama. Maka walaupun sudah menggunakan peralatan berteknologi modern akses menuju lokasi korban sangat terbatas.
âDari 15 titik yang sudah teridentifikasi, delapan berstatus hitam (tidak responsif) dan tujuh masih merah (masih ada respons). Tantangan kami adalah bagaimana mempertahankan nyawa korban, dengan kondisi struktur yang rapuh,â ujarnya.
Basarnas bersama 375 personel gabungan tetap mengutamakan fase âgolden timeâ 72 jam untuk penyelamatan.
Upaya yang ditempuh tim SAR gabungan salah satunya membuat terowongan kecil di bawah reruntuhan agar korban bisa segera dibebaskan.
Sementara penggunaan alat berat sejauh ini masih ditunda karena dikhawatirkan dapat memicu pergeseran konstruksi dan membahayakan korban maupun tim penyelamat.
âSedikit getaran saja bisa berdampak seperti gempa kecil di lokasi runtuhan,â kata Emi.
Dia memastikan, Basarnas melibatkan ahli konstruksi untuk mendampingi proses assessmen struktur bangunan dan memastikan langkah evakuasi dilakukan seaman mungkin hinggga operasi penyelamatan santri berhasil, salah satunya dari ahli Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
Basarnas mengkonfirmasi dalam operasi hari ketiga ini berhasil mengevakuasi dua dari 15 orang santri yang terdeteksi dari bawah reruntuhan. Jadi masih ada sebanyak 13 orang yang masih diupayakan.
- Ponpes Ambruk
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Raja Charles Puji Kanada Negara "Kuat dan Bebas" di Tengah Ancaman Aneksasi Trump
-
Apa Alasan Persib Bandung Mendukung 11 Pemain Asing
-
Pemerintah telah salurkan belanja bansos Rp48,8 triliun per Mei 2025
-
BNPB: Korban Meninggal di Ponpes Al Khoziny Bertambah Jadi 14 Orang, Alat Berat Terus Dikerahkan
-
Pelari Agus Prayogo Merasa Ada Penurunan Performa Usai Asian Games 2023
-
Kiat Beri Dukungan untuk Kehamilan yang Aman Secara Emosional
-
Pakar Teknik Sipil Sarankan Bentuk Tim Investigasi Selidiki Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.