Wow! Jakarta Hujan Butiran Es Jadi Viral di Medsos, BMKG Ungkap Faktor Terjadinya

Selasa, 30 Sep 2025, 21:07 WIB

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa hujan butiran es yang terjadi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/9) sore dipicu oleh terbentuknya awan Cumulonimbus saat masa peralihan musim.  

Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Direktorat Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, menjelaskan awan Cumulonimbus dikenal sebagai awan pembawa cuaca ekstrem karena mampu menghasilkan hujan deras, angin kencang, petir, bahkan butiran es. 

Ket. Foto: Tangkapan layar- video amatir hujan yang disertai butiran es di Jakarta, Selasa (30/9). — Sumber: ANTARA/HO-akun media sosial @Jakarta.terkini

“Hujan es terjadi ketika uap air yang naik ke lapisan atas awan mengalami pendinginan ekstrem hingga membentuk butiran es. Jika arus udara naik (updraft) cukup kuat, butiran es akan bertahan, membesar, lalu jatuh ke permukaan,” kata Ida. 

Dalam beberapa hari terakhir, lanjutnya, wilayah Jabodetabek dipengaruhi dinamika atmosfer yang cukup signifikan. Aktifnya gelombang ekuatorial Rossby, nilai OLR (Outgoing Longwave Radiation) yang cenderung negatif, serta fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang sedang aktif di sekitar Jawa bagian barat mendukung pertumbuhan awan konvektif. 

Menurut dia, kondisi ini diperkuat oleh kelembapan udara yang tinggi, atmosfer yang labil, serta suhu permukaan hangat pada siang hari dengan kisaran 28–34 derajat Celsius.

"Kombinasi faktor tersebut membuat cuaca terasa panas terik pada siang hari, lalu berubah menjadi hujan deras bahkan hujan es di sore hingga malam hari, seperti yang terjadi di Cikini," kata dia. 

Peristiwa hujan es viral di media sosial Instagram melalui video amatir berdurasi kurang dari 30 detik yang diunggah salah satunya oleh akun Instagram @Jakarta.terkini. Video tersebut memperlihatkan hujan deras disertai butiran es yang jatuh di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di masa peralihan musim, termasuk hujan deras, petir, angin kencang, maupun hujan es yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, membenarkan peristiwa tersebut.

“Menurut laporan warga dan video yang beredar, hujan deras disertai angin kencang turun sekitar pukul 15.05 WIB, dan selama sekitar satu menit terlihat butiran es kecil seperti kerikil jatuh bersama hujan,” tambahnya. 

Menurut Guswanto, hujan es bisa terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama pada masa peralihan musim atau pancaroba. Ant/berbagai sumber

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.