Seni Publik Jakarta-Milan: Proyek Instalasi Seniman Italia Bakal Hadir di Jakarta Juli 2026

Kamis, 14 Mei 2026, 15:30 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat langkah menuju kota global melalui kolaborasi budaya internasional dengan Kota Milan, Italia. Upaya tersebut diwujudkan melalui Leadership Exchange Programme Jakarta-Milan yang difasilitasi World Cities Culture Forum.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri langsung pelaksanaan program tersebut di Museo delle Culture (MUDEC) pada 9 hingga 16 Mei 2026. Program ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara Jakarta dan Milan dalam pengembangan kebijakan budaya, seni publik, serta aktivasi ruang kota.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat langkah menuju kota global melalui kolaborasi budaya internasional dengan Kota Milan, Italia. Upaya tersebut diwujudkan melalui Leadership Exchange Programme Jakarta-Milan yang difasilitasi World Cities Culture Forum. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Kegiatan tersebut dihadiri Isabella Valentini dari World Cities Culture Forum, Marina Pugliese dari Pemerintah Kota Milan, serta delegasi komunitas budaya dari Jakarta dan Milan.

Delegasi Jakarta turut melibatkan sejumlah pegiat seni. Mereka di antaranya Muhammad Aidil Usman dari Dewan Kesenian Jakarta, Mochammad Shabar Untung selaku Ketua Jakarta Mural Community, serta Lambertus Berto Tukan dari Tim Kurator Jakarta 500 sekaligus Gudskul.

Leadership Exchange Programme merupakan program pertukaran antarkota global dalam jaringan World Cities Culture Forum. Program ini bertujuan memperkuat implementasi kebijakan budaya melalui pembelajaran langsung antarwilayah.

Tahun ini, Jakarta menjadi satu dari 19 kota dunia yang terpilih dalam program tersebut. Jakarta mengangkat tema "Public Art and Co-Creation" untuk mendorong pengembangan seni publik berbasis komunitas.

Melalui tema tersebut, Jakarta dan Milan berupaya membangun kolaborasi antara pemerintah, institusi budaya, komunitas kreatif, seniman, dan masyarakat. Delegasi Jakarta juga mempelajari praktik pengelolaan museum dan ruang publik di Milan.

Rano mengatakan Jakarta ingin belajar dari kota-kota dunia yang berhasil menjadikan budaya sebagai bagian penting kehidupan masyarakat. Menurut dia, kota global harus tetap memiliki identitas budaya yang kuat.

"Jakarta ingin menghadirkan ruang publik yang hidup melalui seni dan budaya, sekaligus membuka ruang kolaborasi kreatif bagi masyarakat dan seniman Jakarta. Kota global bukan hanya soal gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi juga tentang bagaimana masyarakatnya memiliki ruang untuk berekspresi," ujar Rano.

Program tersebut juga membuka peluang pengembangan proyek instalasi seni publik di Jakarta. Nantinya proyek itu akan melibatkan seniman lokal Jakarta bersama praktisi budaya dari Milan.

Rencananya, seniman dan praktisi budaya dari Milan akan datang ke Jakarta pada 18 hingga 24 Juli 2026. Agenda itu akan diisi lokakarya, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan karya seni publik bersama.

Pemprov DKI menilai seni publik memiliki peran penting dalam membangun ruang interaksi masyarakat. Selain memperkuat identitas kota, seni publik juga dinilai mampu meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif, kreatif, dan tetap mencerminkan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern namun berakar pada budaya lokal.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.