Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ingin Ikut Tren Meal Prep? Ini Tips Aman Melakukannya Menurut Dokter

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 16:21 WIB | Oleh:
Ingin Ikut Tren Meal Prep? Ini Tips Aman Melakukannya Menurut Dokter Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Dokter Spesialis Gizi dari Universitas Indonesia dr. Consistania Ribuan, Sp.GK, AIFO-K, FINEM pada gelar wicara Ravelle di Jakarta, Minggu (28/9).

Jakarta -- Tren menyiapkan makanan dalam jumlah banyak untuk stok mingguan atau meal prep sedang marak di media sosial, namun meski praktis dan hemat waktu, dokter mengingatkan agar metode penyimpanan dilakukan dengan benar agar tidak membahayakan kesehatan.

“Meal prep itu boleh-boleh saja kok, asalkan, cara penyimpanannya dilakukan dengan benar.” ujar dokter spesialis gizi jebolan Universitas Indonesia dr. Consistania Ribuan, Sp.GK, AIFO-K, FINEM pada gelar wicara Ravelle di Jakarta, Minggu.

Salah satu kesalahan paling umum dalam meal prep adalah mencairkan stok bahan makanan beku yang sudah di “prep” atau disiapkan seluruhnya, lalu menyimpan kembali sisanya ke dalam freezer.

“Kalau kita sudah mencairkan satu tray berisi beberapa porsi, lalu hanya mengambil satu porsi yang ingin dimasak hari ini, kemudian membekukan sisanya kembali, itu yang tidak boleh,” tegasnya.

Menurut Consistania, proses beku-cair yang berulang bisa menurunkan kualitas makanan, terutama bahan protein seperti daging, ayam, atau ikan.

“Kualitas nutrisinya menurun, termasuk zat gizi penting seperti protein dan vitamin larut. Tapi yang paling dikhawatirkan adalah kontaminasi bakteri,” ujarnya.

Proses pencairan yang berulang dapat membuat makanan lebih cepat rusak dan memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.

Untuk itu, dokter menyarankan agar bahan makanan seperti daging yang sudah dimarinasi atau dibumbui sebaiknya disimpan dalam porsi terpisah sejak awal sebelum dibekukan.

“Langsung pisahkan per porsi. Jadi kalau butuh satu, cukup lelehkan dan masak satu saja, tanpa merusak sisanya,” tambahnya.

Meal prep memang sangat bermanfaat untuk gaya hidup sehat dan efisien, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat. Namun, keamanan makanan tetap harus menjadi prioritas utama.

Penyimpanan yang tepat tidak hanya menjaga kualitas nutrisi, tapi juga mencegah risiko penyakit akibat makanan rusak atau terkontaminasi.

Dengan mengikuti kiat penyimpanan yang aman, meal prep bisa menjadi solusi jangka panjang untuk pola makan yang lebih teratur dan bergizi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Simulasi Pengamanan Pelaksa...
Ekonomi
QRIS Bukan Cuma Alat Bayar,...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.