Apakah Anda Tahu? Sering Makan Pedas Berdampak Loh pada Saluran Pencernaan
Minggu, 28 Sep 2025, 18:59 WIBJAKARTA - Saat ini banyak warga Thailand tertarik untuk mencicipi cita rasa dari seblak yang khas akan rasa pedas, gurih dengan banyak isian di dalamnya.
Beragam reaksi ketika mencoba jajanan khas Jawa Barat itu diunggah ke platform media sosial, seperti Instagram dan TikTok. Seblak kini dihadirkan dengan berbagai tingkatan rasa pedas yang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi penikmatnya.
Tetapi tahukah anda jika terlalu sering mengonsumsi makanan pedas dapat berbahaya bagi tubuh?
Guru Besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu, mengatakan cabai yang digunakan untuk menambah rasa pedas dalam sebuah makanan mengandung senyawa kimia bernama capsaicin.
Capsaicin dapat menyebabkan luka pada permukaan lambung yang dapat meningkatkan gerak peristaltik dari usus. Kandungan itu juga dapat menyebabkan refluks lambung.
"Misalnya panas dan dia asam lambungnya naik, ketika itu rasa panas cabainya itu masih muncul, itu akan balik lagi, itu akan memperberat dari refluks yang terjadi," ucap Ari.
Hal lain yang harus diperhatikan oleh penikmat rasa pedas, yakni bahan yang digunakan, antara lain cabai atau pedas yang diciptakan dengan campuran zat kimia lainnya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastro Entero Hepatologi RSPAD Gatot Soebroto Dr. Deka Larasati SpPD KGEH juga berpendapat makanan pedas, seperti seblak dalam jangka panjang dapat menyebabkan nyeri perut dan perburukan kondisi peradangan di lambung maupun penderita gastroesofageal reflux diseases (gerd).
Sementara dampak jangka pendek yang dapat ditimbulkan jika seseorang mengonsumsi makanan pedas secara terus menerus, yaitu nyeri perut dan diare.
"Makanan pedas dapat mengiritasi lambung dan memperparah peradangan lambung. Maka dari itu, hindari makan makanan, jamu-jamuan dan obat-obatan yang dapat mengiritasi saluran cerna. Perbanyak makan serat yang berasal dari buah dan sayur. Hindari makanan yang berpengawet," kata Deka. Ant
- Kesehatan Pencernaan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Tak Perlu Takut Operasi, Wasir Bisa Ditangani dengan Bedah Laser
-
Paus Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal bagi Kemanusiaan
-
KAI Daop 1 Jakarta Perbaiki Pagar Sterilisasi Jalur KA di Gunung Sahari, Tutup Akses Ilegal Demi Keselamatan
-
Tak Mau Pemadaman Listrik Terulang, PHRI Minta Bali Berdikari Energi: “Cukup Sudah!”
-
7 Fakta Unik Resep Jamu Kunyit Asam untuk Pencernaan yang Wajib Dicoba
-
10 Makanan Takjil yang Harus Dihindari Saat Berbuka Puasa
-
Roblox Alami Gangguan Global, Ribuan Pemain Gagal Login
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.