Setiap Tahun 3,5 Juta Lulusan Baru Masuk Pasar Kerja, Kemnaker Dorong Pemanfaatan Karirhub

Jumat, 26 Sep 2025, 16:55 WIB

Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita Warman, mengungkapkan bahwa tantangan dunia kerja di Indonesia masih sama seperti beberapa dekade lalu, terutama soal pertumbuhan angkatan kerja dan tingginya angka pengangguran.
"Pertumbuhan tenaga kerja di negara kita ini cukup besar, jadi tiap tahun itu 3,5 juta lulusan dari pendidikan baik itu dari SMK, SMA, universitas 3,5 juta orang masuk ke pasar kerja. Ini yang harus dicarikan pekerjaan," ujar Surya dalam acara media briefing di Gedung KarirHub, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Menurutnya, setiap tahun ada sekitar 3,5 juta lulusan baru dari SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang masuk ke pasar kerja. Ditambah dengan 7,2 juta pengangguran yang sudah ada, maka sekitar 10,7 juta orang membutuhkan pekerjaan setiap tahun.

Ket. Foto: Dari kiri : Kepala Pusat Pasar Kerja Kemnaker Surya Lukita Warman, Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus Anggun Sintana, serta Direktur Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Muchamad Yusuf — Sumber: Koran Jakarta/M.Fachri

Surya menyoroti adanya ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, termasuk minimnya soft skill yang menyebabkan banyak pencari kerja gagal saat wawancara. Sementara itu, sebagian besar lowongan saat ini masih didominasi oleh lulusan SMA/SMK, padahal lebih dari 50% penduduk Indonesia hanya berpendidikan SMP ke bawah.

Ia juga menyinggung tantangan eksternal seperti otomatisasi industri dan konflik global, yang sempat berdampak pada PHK massal di sektor padat karya seperti tekstil dan sepatu. Namun kondisi mulai membaik, seperti terlihat dari perusahaan di Garut yang kembali membuka 3.000 lowongan kerja.

Untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan, pemerintah menerapkan Perpres No. 57 Tahun 2023 tentang Wajib Lapor Lowongan Kerja. Mulai tahun depan, seluruh perusahaan, baik swasta, BUMN, maupun instansi pemerintah, wajib melaporkan lowongan kerja melalui platform digital Karirhub milik Kemnaker.

“Perusahaan yang tidak melaporkan lowongannya akan dikenakan sanksi administratif, seperti penundaan layanan ketenagakerjaan,” tegas Surya.


Sebaliknya, perusahaan yang patuh akan mendapatkan penghargaan melalui ajang Naker Award, yang akan digelar November mendatang.
Untuk mendukung proses ini, Kemnaker juga telah meluncurkan aplikasi Siap Kerja, yang menyediakan layanan seperti Karirhub, pelatihan keterampilan (Skill Hub), dan sertifikasi online (Selfie Hub). Saat ini, Karirhub telah digunakan oleh lebih dari 5 juta pencari kerja.


Surya mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk memanfaatkan layanan digital ini demi menciptakan pasar kerja yang inklusif, efisien, dan transparan.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.