Rumah Subsidi untuk ASN hingga PJLP Jakarta, Ada 609 Unit di Kemayoran

Rabu, 12 Agu 2026, 16:22 WIB

Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menyosialisasikan program rumah bersubsidi bagi aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), PPPK paruh waktu, hingga Pegawai Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP).

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdany mengatakan program tersebut merupakan bentuk kerja sama dengan pihak swasta untuk membantu pegawai mendapatkan hunian yang layak, aman, nyaman, dan terjangkau.

Ket. Foto: Arsip foto - Sebuah alat berat diparkir di lokasi rencana pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/1/2026). — Sumber: Antara

"Memiliki rumah, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta, bukan hal yang mudah. Harga tanah dan rumah yang relatif tinggi serta keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, termasuk para pegawai," kata Denny di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

Menurut Denny, ASN, PPPK, PPPK paruh waktu, dan PJLP memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, informasi mengenai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai perlu diberikan secara luas.

Ia menilai kepemilikan hunian yang layak dan terjangkau tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai dan keluarganya dalam jangka panjang.

Program rumah bersubsidi tersebut menjadi salah satu alternatif bagi pegawai yang memenuhi persyaratan untuk memiliki hunian dengan dukungan fasilitas pembiayaan dari pemerintah.

Denny berharap sosialisasi dapat memberikan pemahaman yang jelas kepada peserta mengenai persyaratan, mekanisme pengajuan, fasilitas pembayaran, hingga hak dan kewajiban calon penerima.

"Melalui kegiatan ini saya berharap para peserta memperoleh informasi yang jelas dan lengkap mengenai program tersebut," ujarnya.

Hunian Subsidi 609 Unit

Di sisi lain, Perum Perumnas tengah membangun hunian subsidi berbasis rumah susun Samesta Alonia Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menyediakan 609 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan pembangunan Samesta Alonia merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan hunian layak dan terjangkau di kawasan perkotaan.

"Hari ini hunian baru telah lahir, yaitu Samesta Alonia. Filosofinya adalah menyediakan tempat tinggal yang nyaman, harmonis, dan penuh harapan bagi masyarakat," kata Imelda dalam seremoni groundbreaking proyek tersebut di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pembangunan Samesta Alonia melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perbankan Himbara, hingga mitra kontraktor.

Pembangunan hunian tersebut menggunakan skema kerja sama dengan kontraktor (turnkey) sehingga tidak memanfaatkan penyertaan modal negara (PMN).

Samesta Alonia dibangun di atas lahan di kawasan Kemayoran dengan tiga tipe unit. Hunian tersebut ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan rumah subsidi, antara lain pembeli rumah pertama dengan batas penghasilan maksimal Rp12 juta per bulan bagi lajang dan Rp14 juta bagi yang telah berkeluarga.

Program rumah subsidi ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi pegawai dan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh hunian layak di tengah tingginya harga rumah dan keterbatasan lahan di Jakarta.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.