Pasar Tumbuh Jadi Ajang Pemberdayaan Komunitas dan UMKM Jaktim

Jumat, 26 Sep 2025, 13:20 WIB

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menyebutkan kegiatan Pasar Tumbuh dapat menjadi etalase produk pertanian warga, sekaligus sarana pemberdayaan komunitas lokal dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Peserta ini bukan hanya memamerkan hasil panen, tapi juga produk olahan. Ada sayur, buah, hingga makanan jadi yang bisa dikembangkan oleh UMKM," kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto setelah pembukaan acara Pasar Tumbuh kedua di Kantor Walikota Jakarta Timur, Jumat.

Ket. Foto: Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Timur menggelar kegiatan Pasar Tumbuh di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (26/9). — Sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza

Menurut dia, Pasar Tumbuh itu merupakan acara kedua, dan dihadiri oleh perwakilan dari 10 kecamatan yang menampilkan berbagai hasil pertanian dan olahan pangan.

Peserta kegiatan itu pun beragam, mulai dari kelompok tani, sekolah, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

Taufik menuturkan keterlibatan banyak pihak menunjukkan besarnya potensi ekonomi masyarakat yang dapat dikembangkan melalui pertanian kota atau urban farming.

"Kerja sama ini dapat menjadi kegiatan pertanian di Jakarta Timur terlaksana atau sudah berlangsung dengan baik dan hampir merata di seluruh wilayah," ucap Taufik.

Terlebih, sambung dia, Pasar Tumbuh juga dapat memberikan ruang bagi warga untuk memperlihatkan hasil karya mereka sekaligus memperluas pasar.

"Pesannya dari Pak Wali Kota Jakarta Timur (Munjirin), kegiatan ini perlu diperluas supaya potensi yang ada di tingkat kelurahan maupun kecamatan lebih tergali. Dengan begitu, produk mereka bisa semakin dikenal," jelas Taufik.

Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan itu diharapkan menjadi sarana promosi dan kolaborasi antarkomunitas.

"Banyak lokasi urban farming yang dikelola warga, baik di lahan tidur, perkantoran, sekolah maupun RPTRA. Jika terhubung dengan UMKM, hasilnya bisa bernilai ekonomi," tutur Taufik.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan dukungan dari Pemkot Jaktim sangat penting agar komunitas dan UMKM dapat berkembang lebih jauh.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya seremonial, tapi juga membuka jalan bagi warga untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan," ungkap Taufik.

Kegiatan Pasar Tumbuh bertujuan menjadikan urban farming sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan, serta menyediakan ruang edukasi, kolaborasi, sosialisasi, silaturahmi, dan ekspresi warga.

Kegiatan itu juga memberikan panggung berkelanjutan bagi penggiat urban farming, pelaku UMKM, komunitas, kelompok tani, pegawai perkantoran serta pengelola RPTRA, rumah susun (rusun), sekolah, dan pengelola Gang Hijau.

Taufik menambahkan kegiatan Pasar Tumbuh turut menumbuhkan ekosistem EastJakFest secara organik sepanjang tahun dan memperkuat citra Jakarta Timur sebagai pelopor pertanian kota dan pangan berkelanjutan.

Kegiatan pasar tumbuh terdiri dari bazaar urban farming, edukasi singkat, temu tani, seminar, instalasi modular, mobil klinik konsultasi penyakit tanaman, bibit gratis, vaksinasi hewan kesayangan gratis, musik dan senam.

Dalam kegiatan bazaar, ditampilkan produk-produk hasil budidaya pertanian, perikanan, peternakan dan olahan pascapanen yang dihasilkan oleh para penggiat urban farming, kelompok tani, ataupun komunitas yang berkegiatan di Jakarta Timur. Ant

  • Urban farming Indonesia

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.