Bersama DPR, Kemenpar Petakan Potensi Desa Wisata di Bangka Belitung
Jumat, 26 Sep 2025, 15:12 WIBJAKARTA â Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk memetakan potensi desa wisata di Bangka Belitung.Â
Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto mengatakan selama kunjungan kerja, Panja DPR dan Kementerian Pariwisata berdialog dengan para pengelola desa wisata dan masyarakat setempat, untuk mendengarkan langsung aspirasi dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan potensi desa wisata yang dimiliki.Â
âSelain itu, mereka juga meninjau beberapa desa wisata unggulan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk desa wisata yang terkenal dengan pesona alam serta tradisi budaya yang masih kental,â kata Hariyanto dalam keterangan tertulisnya, kemarin.Â
Ia menjelaskan Kepulauan Bangka Belitung memiliki keunggulan dalam mengelola potensi wisata berbasis desa sehingga layak dijadikan acuan secara nasional.Â
Hariyanto menilai desa wisata memiliki potensi besar dalam memajukan ekonomi daerah, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM), serta promosi budaya dan kekayaan alam.
âPanja Standardisasi Desa Wisata juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat aspek standar kualitas desa wisata, pengelolaan sumber daya alam, pelatihan bagi pelaku wisata lokal, pemanfaatan teknologi perlu dioptimalkan, serta pentingnya pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan,â kata Hariyanto.Â
Ia juga mengatakan fondasi perekonomian nasional yang berkelanjutan sangat bergantung pada sektor pariwisata, khususnya desa wisata.Â
Model ini terbukti mampu menopang ekonomi, melestarikan budaya, dan memberdayakan masyarakat secara langsung.Â
Namun demikian, juga disadari adanya tantangan yang signifikan. Ketiadaan klasifikasi dan standar yang baku, seringkali menghambat pengembangan yang terstruktur dan merata. Isu-isu seperti terbatasnya amenitas, kesiapan sumber daya manusia yang belum optimal, dan kurangnya dukungan infrastruktur, secara signifikan menggerus efisiensi dan melemahkan daya saing desa wisata di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis pada potensi lokal yang ada.Â
âPemerintah daerah dan pengelola desa wisata diharapkan dapat mengoptimalkan teknologi digital agar dapat meningkatkan kinerja desa sehingga meningkat statusnya,â tutup Hariyanto.
- Destinasi Wisata
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Jakarta Bakal Perbanyak Penyediaan Ruang Laktasi
-
Hutan Kota Rorotan
-
Kemenpar Bidik Indonesia Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Halal Melalui IIE 2026
-
Bawaslu RI Sebut Teknologi AI Ubah Pola Pelanggaran Pidana Pemilu
-
Komnas HAM Sesalkan Penyerangan Warga Sipil di Intan Jaya, Ingatkan Pelanggaran HAM dan Hukum Humaniter
-
Kebetulan Paling Gila di Sepak Bola: Bayi yang Dimandikan Messi Kini Jadi Lawan di Final
-
Intrik Makin Gelap, Michael Fassbender Tampil Cemerlang: The Agency Season 2 Naik Kelas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.