KKP Pastikan Kampung Nelayan Merah Putih Tak Sekadar Bangunan, Tapi Pemberdayaan Pesisir

Kamis, 25 Sep 2025, 20:45 WIB

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan diawasi ketat hingga ke lokasi.

Langkah ini bukan sekadar soal pembangunan fisik, tapi memastikan kualitas, keberlanjutan, dan manfaat nyata benar-benar dirasakan masyarakat pesisir.

Ket. Foto: Ilustrasi - Foto udara sejumlah perahu motor melakukan atraksi di sekitar permukiman Desa Leppe, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (26/5/2025). — Sumber: ANTARA/Andry Denisah.

Secara analitis, pengawasan maksimal penting karena proyek berbasis komunitas rawan hanya jadi “papan nama” tanpa dampak jangka panjang.

Dengan pendekatan ini, KKP ingin memastikan KNMP tidak berhenti di infrastruktur, melainkan juga menyentuh pemberdayaan ekonomi nelayan, perlindungan ekologi laut, dan peningkatan kesejahteraan sosial.

"Sebagai program prioritas pemerintah yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo, pelaksanaan program KNMP tentu butuh pengawasan maksimal," kata Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Doni Ismanto Darwin dalam keterangan di Jakarta, Kamis (25/9).

Dia menekankan pengawasan maksimal itu dilakukan karena program itu dilakukan dengan menggunakan APBN sehingga manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat pesisir.

Doni menyebutkan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan 65 lokasi pembangunan KNMP tahap pertama di tahun 2025. Pembangunan ditargetkan selesai akhir tahun ini dengan pengawasan ketat melibatkan instrumen teknologi hingga lembaga penegak hukum.

Pelaksanaan pembangunan 65 lokasi KNMP telah masuk fase kontrak dengan total anggaran mencapai Rp1,34 triliun. Sarana prasarana perikanan yang akan dibangun di antaranya dermaga, bengkel kapal, cold storage, pabrik es, tempat pelelangan ikan, hingga sentra kuliner ikan.

Dikatakan dia, pengembangan sumber daya manusia diwujudkan KKP dengan membangun bale nelayan disertai menyiapkan aktivasi kegiatannya.

Lalu menerapkan pendekatan social engineering untuk optimalisasi pengelolaan fasilitas perikanan yang dibangun, dan mendorong jalannya usaha perikanan berkelanjutan oleh masyarakat nelayan dan koperasi.

“Program ini dibangun menggunakan APBN sehingga manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat di sana,” ujar Doni.

Dijelaskan sebagai upaya pengawasan, KKP sudah menyiapkan konsultan pengawas, tim khusus pengawas lapangan, serta menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung.

"Sinergi dengan lembaga penegak hukum penting untuk mengurai sejak dini potensi munculnya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dapat menghambat pelaksanaan program prioritas ini," tutur Doni.

Sementara itu, Ketua Pelaksana KNMP sekaligus Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya Trian Yunanda menambahkan KKP juga mewajibkan pemasangan kamera pemantau atau CCTV di setiap lokasi agar progres pembangunan dapat terpantau secara real time dari manapun, termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

“Kami upayakan minggu ini CCTV bisa tuntas dan terkoneksi semua, sehingga pembangunan bisa kami monitor dari pusat, dan Pak Menteri juga bisa melakukan monitoring langsung,” kata Trian.

Selain pengawasan oleh internal KKP, eksternal, dan instrumen teknologi, KKP mengajak semua pihaknya ikut mengawal pelaksanaan KNMP agar program prioritas yang diproyeksikan menyerap 7.000 tenaga kerja ini dilaksanakan secara transparan.

  • Kampung Nelayan Merah Putih
  • KKP

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.