16 Rumah Rusak Akibat Gempa Situbondo, BPBD Pastikan Bantuan Darurat Tiba di Lokasi

Kamis, 25 Sep 2025, 18:58 WIB

SITUBONDO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Situbondo, Jawa Timur, Kamis sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat sementara 16 rumah warga mengalami kerusakan, mulai retak hingga roboh. Tim BPBD langsung menyalurkan bantuan darurat, sementara Ibu Wakil Bupati dan Sekda dijadwalkan meninjau lokasi terdampak Jumat pagi.

Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi atau BMKG melaporkan pusat gempa bermagnitudo 5,7 ini 46 kilometer timur laut Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kedalaman 12 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami.

"Untuk sementara data yang kami peroleh terdampak gempa yang terjadi pada sore hari ini pukul 16:04 WIB, ada 16 rumah warga," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Sruwi Hartanto di Situbondo, Kamis.

Belasan rumah warga terdampak gempa itu, lanjutnya, yakni di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, dan kerusakan akibat gempa itu bervariasi, mulai retak pada bangunan rumah dan bahkan ada pula sebagian rumah roboh.

Sruwi Hartanto menyampaikan terdampak gempa tidak menutup kemungkinan bertambah, karena tim Pusdalops BPBD setempat sampai saat ini masih turun ke desa-desa lainnya untuk melakukan pendataan.

Ket. Foto: Petugas BPBD membantu warga terdampak gempa membersihkan reruntuhan bangunan rumah di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (25/9). — Sumber: ANTARA/Novi Husdinariyanto

"Pada malam ini juga kami mengirim bantuan darurat untuk kebutuhan awal, karena pada Jumat (26/9) pagi besok, Ibu Wakil Bupati dan Sekda akan turun langsung ke lokasi terdampak gempa," ujarnya.

BMKG melaporkan gempa tektonik tersebut mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada pukul 16:04 WIB, dan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,3.

Episenter gempa bumi berlokasi di laut, 40 kilometer timur laut wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, pada kedalaman 12 kilometer.

Seperti diketahui, gempa bumi bermagnitudo 5,7 mengguncang Bali dan sebagian wilayah Jawa Timur (Jatim), Kamis (25/9) sore. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif ini dirasakan luas, mulai dari Banyuwangi hingga Lombok, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui keterangan tertulis diterima di Denpasar, Bali, Kamis.

Ia menambahkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter baru dengan magnitudo 5,3.

BMKG mencatat hingga pukul 17.40 WITA atau 16.40 WIB, ada lima kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar adalah 3,3.

Adapun wilayah yang merasakan getaran gempa tektonik itu berdasarkan data BMKG, yakni di Banyuwangi, Penebel dengan skala Mercalli (Modified Mercalli Intensity/MMI), satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, yakni IV MMI.

Skala IV MMI dirasakan orang banyak di dalam rumah atau di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Getaran gempa bumi juga terasa di daerah Lumajang, kemudian di wilayah Bali, yakni Kuta, Denpasar, Buleleng dengan skala intensitas III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seperti truk melintas.

Selanjutnya, di Jember, Bondowoso, dengan skala intensitas II-III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seperti truk melintas.

Selain itu, Pasuruan, Surabaya, Situbondo, Kuta Selatan, Pamekasan, Mataram, Lombok Barat dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memeriksa kondisi bangunan setelah terdampak gempa bumi.

  • bpbd
  • gempa bali
  • gempa situbondo
  • rumah rusak
  • bantuan darurat

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.