Tiga Kali Kecelakaan, Transjakarta Diminta Terus Berbenah

Rabu, 24 Sep 2025, 21:48 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina mengungkapkan bahwa Transjakarta merupakan contoh transportasi publik nasional sehingga perlu terus berbenah setelah adanya kecelakaan beruntun.

"Kecelakaan ini kan dampaknya sangat tidak bagus. Jadi betul-betul harus menjadi perhatian jajaran Direksi Transjakarta," kata Wa Ode di Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: Ilustrasi armada bus Transjakarta di halte Balai Kota. — Sumber: Koran Jakarta/Deri

Menurut dia, kecelakaan beruntun yang terjadi pada transportasi umum tersebut perlu dicermati kembali karena Transjakarta merupakan barometer transportasi publik nasional.

Wa Ode menyarankan agar pimpinan perusahaan daerah itu turun ke lapangan dan mengecek kondisi armada, baik yang dimiliki secara langsung maupun milik operator.

"Soal pemeliharaannya harus mumpuni. Transjakarta benar-benar harus turun ke operator," ujarnya.

Selain itu, kesehatan atau keadaan para pengemudi juga perlu diperhatikan karena kecelakaan itu banyak faktor yang melatarbelakanginya. "Harus benar-benar diperhatikan kesehatan dan kebugaran pramudi," katanya.

Sebelumnya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan menjalankan asesmen psikologi yang lebih mendalam kepada seluruh sopir atau pramudi bus Transjakarta demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna.

Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya berdiskusi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai evaluasi layanan Transjakarta yang pada September 2025 beberapa kali mengalami kecelakaan.

"Kemarin juga ada beberapa masukan dari psikolog yang ada di KNKT untuk kita bisa memperkuat mulai dari proses rekrutmennya," kata Welfizon di Jakarta, Selasa (23/9).

Dari hasil diskusi dengan KNKT, pihaknya perlu menyusun standarisasi modul keselamatan pramudi yang tidak hanya meliputi aspek teknik, tetapi juga aspek mental kepada lebih dari 11 ribu pramudi Transjakarta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dua dari tiga kecelakaan Transjakarta yang menabrak bangunan serta kendaraan selama September 2025 disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) dan kondisi psikologis pramudi.

Sepanjang September 2025, tercatat tiga kasus kecelakaan yang melibatkan armada bus Transjakarta. Pertama, pada Sabtu, 6 September, ketika bus menabrak toko di Jalan Raya Minangkabau, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, pada Kamis, 18 September, satu unit bus Transjakarta bertabrakan dengan truk kuning di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Kecelakaan ketiga terjadi sehari kemudian, pada Jumat, 19 September, yaitu bus Transjakarta menabrak kios, rumah, dan kendaraan warga di Jalan Raya Stasiun Cakung, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

  • transjakarta
  • puri beta

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.